Berita

Ilustrasi

Nusantara

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 22:07 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ikan sidat bukan sekadar ikan bertubuh panjang yang kerap disamakan dengan belut. Kandungan gizinya menjadi alasan CV Bumi Wijaya memilih ikan ini sebagai salah satu bahan utama dalam formulasi Gizidat, produk berbahan madu, temulawak, dan ikan sidat. 

Bumi Wijaya adalah manufaktur jamu lokal yang beroperasi di Desa Gentasari Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Pilihan Bumi Wijaya sejalan dengan sejumlah penelitian yang menunjukkan potensi nutrisi ikan sidat. 


Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gadis Sri Haryani, mengungkapkan ikan sidat memiliki kandungan omega-3 berupa DHA dan EPA yang tinggi.

Bahkan, berdasarkan data yang disampaikan BRIN, kandungan omega-3 sidat disebut lebih tinggi dibandingkan salmon dan ikan gabus. Sidat juga mengandung vitamin A, vitamin B kompleks, zat besi, protein, kalori, dan fosfor.

DHA atau docosahexaenoic acid merupakan salah satu jenis asam lemak omega-3 yang berperan dalam perkembangan dan fungsi otak. 

Sementara EPA atau eicosapentaenoic acid berkaitan dengan fungsi tubuh antara lain dalam proses peradangan dan kesehatan jantung.

Potensi nutrisi inilah yang juga menjadi pertimbangan Bumi Wijaya ketika mengembangkan Gizidat.

Apoteker Penanggung Jawab Bumi Wijaya, Muji Widodo, mengatakan sidat dipilih karena komposisi nutrisinya tidak berhenti pada protein dan lemak. 

“Yang paling utama ada tiga kandungan di ikan sidat, yaitu protein, lemak, dan mikronutrien,” kata Muji dalam keterangannya, Rabu 14 Oktober 2026.

Menurut Muji, keberadaan mikronutrien menjadi salah satu kelebihan yang dipertimbangkan dalam pemilihan bahan baku.

“Mikronutrien ini termasuk vitamin dan lain-lain, seperti vitamin A dan vitamin D,” ujarnya.

Bagi Bumi Wijaya, dikatakan Muji,  profil nutrisi itu yang kemudian membedakan sidat dengan bahan ikan lain yang dapat digunakan dalam pengembangan produk. 

“Kalau ikan lain mungkin cukup tinggi di protein dan lemak. Di sidat ini ada mikronutriennya juga. Jadi kita pilih ikan sidat karena kandungannya cukup lengkap,” kata Muji.

Dalam Gizidat, sidat tidak berdiri sendiri. Bumi Wijaya memadukannya dengan madu dan temulawak. 

Muji menjelaskan, madu dipilih sebagai basis formulasi dengan mempertimbangkan karakter rasa yang dapat diterima anak. Sementara temulawak digunakan karena secara tradisional dikenal untuk membantu memelihara nafsu makan.

Sidat kemudian ditempatkan sebagai komponen pendukung nutrisi dalam formulasi tersebut.

“Ikan sidat ini di Gizidat digunakan sebagai nutrition support. Tiga kombinasi ini yang kami formulasikan di Gizidat,” ujarnya.

Namun, memiliki bahan baku kaya nutrisi tidak otomatis membuat seluruh kandungannya bertahan setelah diolah.

Muji mengatakan proses produksi menjadi tahapan penting, terutama berkaitan dengan penggunaan suhu.

“Yang paling utama terkait proses pemanasan atau suhu. Suhu pada proses pengolahan ikan sidat sangat menentukan apakah nutrisinya masih terjaga atau tidak,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya