Berita

Gedung MK. (Foto: RMOL)

Politik

Riuh Desakan Pemakzulan, Pengamat: Putusan MK Produk Hukum, Bukan Politik

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 21:09 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka perlu ditindaklanjuti melalui mekanisme konstitusional. 

Dikatakan pengamat hukum dan politik Muhammad Gumarang, jalur pemakzulan dapat menjadi mekanisme yang perlu dipertimbangkan apabila terdapat dasar hukum dan bukti pelanggaran yang memenuhi persyaratan konstitusi.

“Putusan MK itu adalah putusan hukum, bukan putusan politik," ujar Gumarang kepada wartawan, Rabu 14 Oktober 2026.


Gumarang menyoroti putusan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 yang diajukan Denny Indrayana bersama sejumlah pihak. 

Dalam putusan yang dibacakan pada 6 Oktober 2026 tersebut, MK menyatakan permohonan tidak dapat diterima karena para pemohon tidak memiliki kedudukan hukum, meskipun dalam pertimbangannya MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan mengenai ijazah atau diploma luar negeri Gibran yang dapat dijadikan dasar penyetaraan pendidikan SMA atau sederajat.

Menurut Gumarang, mekanisme pemakzulan dalam Pasal 7A dan Pasal 7B UUD 1945 perlu menjadi perhatian apabila terdapat dugaan pelanggaran konstitusi yang memenuhi persyaratan hukum. 

Ia menjelaskan, proses tersebut melibatkan DPR sebagai pengusul, MK yang memeriksa dan memutus pendapat DPR, serta MPR yang mengambil keputusan akhir sesuai mekanisme konstitusi.

“Karena itu, apabila persoalan ini hendak ditindaklanjuti melalui pemakzulan, seluruh prosesnya harus mengikuti mekanisme yang telah ditentukan konstitusi,” katanya.

Gumarang juga mengaitkan pengajuan perkara tersebut dengan terbitnya Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) Nomor 1 Tahun 2026 yang, menurutnya, menjadi dasar untuk membuka ruang penanganan perkara PHPU di luar jadwal normal. 

Ia turut merujuk Pasal 10 Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman mengenai kewajiban pengadilan untuk tidak menolak perkara dengan alasan hukum tidak ada atau kurang jelas, serta Pasal 5 mengenai kewajiban hakim menggali nilai hukum dan rasa keadilan.

Ia mengakui bahwa MK telah menyatakan para pemohon tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan perkara tersebut. 

Namun, menurut Gumarang, persoalan legal standing perlu dibedakan dari substansi dalil yang diajukan pemohon. Ia menilai penggunaan mekanisme hukum lanjutan tetap harus didasarkan pada kewenangan lembaga yang berwenang dan pemenuhan persyaratan konstitusional.

“Pertimbangan hukum atau ratio decidendi merupakan bagian penting dari putusan karena memuat alasan hukum yang mendasari keputusan hakim," tuturnya.

"Namun, untuk menindaklanjuti persoalan ini, harus dibedakan antara pertimbangan yang tercantum dalam putusan PHPU dan pembuktian pelanggaran dalam proses pemakzulan yang memiliki mekanisme tersendiri,” demikian Gumarang.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya