Berita

Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Rustian. (Foto: Istimewa)

Hukum

KPK: Sestama BNPB Rustian Belum Terbukti Melakukan Perbuatan Melawan Hukum

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 20:48 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan belum menemukan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa yang menggunakan dana siap pakai (DSP) untuk kebencanaan.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto mengatakan, berdasarkan hasil ekspose pada Selasa malam, 13 Oktober 2026, penyidik baru menetapkan lima orang sebagai tersangka.

"Untuk saat ini sampai dengan sampai tadi malam hasil ekspose, itu belum ditemukan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Sestama," kata Setyo kepada wartawan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu, 14 Oktober 2026.


Meski demikian, Setyo mengatakan, proses penyidikan masih berjalan. KPK akan mendalami keterangan saksi, tersangka, serta dokumen yang berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan dana siap pakai tersebut.

Sebelumnya, usai menjalani pemeriksaan setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT), Rustian dipulangkan KPK pada Rabu sore.

Dalam perkara ini, KPK menduga terdapat kerja sama dan pengondisian antara sejumlah pihak internal BNPB dengan perusahaan swasta dalam penyaluran dan penggunaan anggaran kebencanaan.

Setyo menyebut, pihak yang seharusnya menjalankan fungsi pengawasan justru diduga terlibat dalam proses pengadaan. Penyidik juga mendalami indikasi keterlibatan orang dekat atau keluarga sejumlah pihak internal BNPB yang berada di perusahaan penyedia barang dan jasa.

Lima tersangka yang telah ditetapkan adalah Gabriel Purwaka Sigit selaku Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Bima Setiawan selaku tenaga ahli sekaligus adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Richard Erlangga selaku tenaga ahli Suharyanto, serta dua pihak swasta, Gery Prasetiawan dan Syifa Nrika Ghifarian.

Dalam OTT pada Selasa, 13 Oktober 2026, KPK mengamankan 14 orang di sejumlah lokasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Tim juga mengamankan uang tunai yang awalnya diperkirakan Rp1,4 miliar, kemudian berdasarkan informasi terbaru dari penyidik bertambah menjadi sekitar Rp3,3 miliar.

Selain uang tunai, KPK turut mengamankan aset kripto dengan nilai satu digit miliar rupiah serta logam mulia emas dengan berat ratusan gram.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya