Berita

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memimpin rapat koordinasi terbatas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Oktober 2026. (Foto: Dok. Kemenko Pangan)

Pemerintahan

10.070 Koperasi Merah Putih Dipantau Serentak Mulai 15 Oktober

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 19:16 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah mengerahkan jajaran menteri dan wakil menteri untuk memantau kesiapan operasionalisasi 10.070 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai 15 Oktober 2026. Pemantauan dilakukan selama delapan hari untuk memastikan ketersediaan barang subsidi dan sarana pendukung koperasi.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar kesiapan koperasi diperiksa langsung di lapangan.

“Saya dan Pak Joao (Direktur Utama Agrinas) ini dapat arahan langsung dari Bapak Presiden. Mulai 15 Oktober, kita akan melakukan monitoring secara serentak. Seluruh kementerian dan wakil menteri sudah dibagi tugas untuk melakukan kunjungan selama 8 hari ke depan,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam rapat koordinasi KDKMP di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.


Zulhas, sapaan Menko Pangan menegaskan, pemantauan tersebut bertujuan memastikan barang dan sarana operasional tersedia. Pemerintah juga akan menelusuri kendala yang menghambat kesiapan koperasi.

Sebanyak 10.070 titik yang menjadi sasaran pemantauan tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, DKI Jakarta, Yogyakarta, Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan.

Ketersediaan barang subsidi menjadi salah satu fokus utama, meliputi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), MinyaKita, LPG 3 kilogram, dan pupuk. Pemerintah mengevaluasi pasokan dari badan usaha milik negara (BUMN) sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan koperasi.

Pemantauan melibatkan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta aparat kewilayahan. Gubernur, panglima daerah militer, bupati/wali kota, hingga camat diminta membantu menyelesaikan kendala pasokan dan kebutuhan operasional di wilayah masing-masing.

“Kalau pupuk belum sampai, misalnya, pemerintah daerah bisa membantu mengatasi kendalanya. Gubernur dan bupati diharapkan ikut membantu agar operasionalisasi koperasi berjalan dengan baik,” ujar Zulhas.

Berdasarkan data Kemenko Pangan per 14 Oktober 2026 pukul 09.05 WIB, sebanyak 83.363 KDKMP telah berbadan hukum. Sebanyak 79.733 koperasi telah memiliki akun Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (SIMKOPDES), sedangkan 60.854 lainnya telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).

Dari sisi pembangunan fisik, sebanyak 28.240 titik telah rampung 100 persen, sementara 7.392 titik lainnya masih dalam proses pembangunan.

Untuk mengawal pelaksanaan program, pemerintah juga menyiapkan posko pemantauan yang dikoordinasikan Menteri Koperasi bersama Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan. Posko tersebut melibatkan kementerian terkait dan PT Agrinas Pangan Nusantara untuk memantau perkembangan serta menindaklanjuti kendala operasionalisasi KDKMP.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya