Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bursa

IHSG Babak Belur Sepekan, Perang Iran dan Isu Intervensi BI jadi Beban

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 19:05 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 3,31 persen dalam sepekan di tengah tekanan geopolitik global dan kekhawatiran terhadap kebijakan pemerintah di dalam negeri.

Pengamat pasar modal Bobby Rantow menilai, perang Iran yang memicu lonjakan harga minyak dunia serta kekhawatiran intervensi pemerintah terhadap Bank Indonesia (BI) menjadi faktor yang membebani pasar saham.

“Kondisi geopolitik terutama perang Iran yang menjadi trigger utama. Penutupan Selat Hormuz menjadikan kenaikan harga minyak dunia sehingga otomatis membuat beban subsidi APBN meningkat dan akhirnya meningkatkan country risk-nya Indonesia di mata investor asing,” kata Bobby kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Rabu, 14 Oktober 2026.


Dari sisi domestik, pelemahan rupiah akibat derasnya arus keluar modal atau capital outflow turut menambah tekanan terhadap pasar keuangan. Bobby menilai, kebijakan Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait intervensi terhadap BI, ikut memicu keluarnya modal dari Indonesia.

“Untuk faktor internal, kebijakan Prabowo terutama intervensi ke BI membuat masifnya capital outflow,” ujarnya.

Bobby juga menyoroti keterlibatan sejumlah bank BUMN dalam berbagai kebijakan dan manuver korporasi. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi memicu kekhawatiran investor karena dinilai memiliki nuansa politik yang kuat.

“Meskipun ini keputusan bisnis, tapi nuansa politisnya sangat kuat,” katanya.

Selain itu, kebijakan penyedia indeks global MSCI turut menekan saham-saham berkapitalisasi besar. Penyesuaian portofolio atau rebalancing oleh sejumlah lembaga investasi dinilai ikut berkontribusi terhadap pelemahan saham-saham unggulan.

“Faktor lain adalah efek kebijakan MSCI yang membuat beberapa lembaga melakukan rebalancing portofolio mereka juga turut berkontribusi terhadap turunnya saham beberapa perusahaan bigcaps,” tandasnya.

Berdasarkan data perdagangan yang disampaikan, IHSG melemah 3,31 persen dalam lima hari terakhir dan merosot 7,67 persen dalam sebulan. Meski demikian, pada penutupan perdagangan Rabu, 14 Oktober 2026, IHSG menguat tipis 17 poin atau 0,29 persen ke level 5.943.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya