Berita

Penandatanganan Perjanjian Bersama (PB) pengelola Hotel Bumi Wiyata Depok dengan pekerja. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Perselisihan 63 Pekerja Hotel Bumi Wiyata Selesai dalam Perjanjian Bersama

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 17:12 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT Bumiputera Wisata selaku pengelola Hotel Bumi Wiyata Depok menegaskan komitmen menyelesaikan persoalan hubungan industrial dengan 63 pekerja melalui mekanisme hukum dan dialog yang konstruktif. 

Penyelesaian tersebut dituangkan dalam Perjanjian Bersama (PB) yang disepakati para pihak setelah melalui proses perundingan. 

Proses penyelesaian turut mendapat perhatian dan dukungan dari Wali Kota Depok Supian Sury bersama jajaran Dinas Tenaga Kerja Kota Depok. 


Melalui PB tersebut, PT Bumiputera Wisata menunjukkan komitmennya untuk memenuhi hak-hak pekerja yang telah disepakati bersama. Adapun total nilai hak yang akan diselesaikan kepada 63 pekerja tersebut mencapai kurang lebih Rp6 miliar

Kesepakatan mencakup pembayaran pesangon berdasarkan ketentuan PP Nomor 35 Tahun 2021. Besarannya 0,5 kali ketentuan pesangon dalam skema efisiensi sebagaimana disepakati para pihak.

Selain itu, perusahaan juga menyepakati pembayaran upah bulan Agustus 2026 secara penuh sesuai PKB, tambahan pembayaran upah proses selama tiga bulan, serta pemenuhan hak normatif lainnya yang masih menjadi kewajiban perusahaan, termasuk hak cuti besar bagi dua pekerja.

Direktur PT Bumiputera Wisata, Mushery, menyampaikan bahwa tercapainya PB merupakan bukti bahwa perusahaan memilih jalan dialog dan penyelesaian yang memberikan kepastian bagi semua pihak.

“Kami bersyukur persoalan ini dapat diselesaikan melalui musyawarah. Pekerja tetap merupakan bagian penting dari perjalanan perusahaan, karena itu penyelesaian hak-hak mereka menjadi bagian dari tanggung jawab yang harus kami tunaikan,” ujar Mushery dalam keterangan tertulis, Rabu 14 Oktober 2026.

Menurutnya, besarnya nilai kewajiban yang harus diselesaikan membuat pembayaran perlu dilakukan melalui mekanisme bertahap sebagaimana telah disepakati bersama.

Pembayaran akan dimulai pada Desember 2026 hingga Mei 2027, dengan skema sekitar 10 pekerja setiap bulan.

“Yang terpenting adalah seluruh pihak memiliki kesepahaman mengenai mekanisme dan jadwal penyelesaian. Perusahaan mempunyai komitmen untuk melaksanakan apa yang sudah dituangkan dalam Perjanjian Bersama,” katanya.

Mushery juga mengapresiasi peran Pemerintah Kota Depok dan Dinas Tenaga Kerja dalam membantu menciptakan ruang dialog sehingga perselisihan dapat diselesaikan tanpa berlarut-larut.

“Ini menunjukkan bahwa persoalan hubungan industrial dapat diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah dan penghormatan terhadap hukum,” pungkasnya.

Untuk memberikan kepastian hukum yang lebih kuat, Perjanjian Bersama tersebut selanjutnya akan didaftarkan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) untuk mendapatkan akta PHI sesuai mekanisme yang berlaku. Akta PHI memiliki nilai eksekutorial yang mengikat.

Dengan didaftarkannya PB tersebut, perusahaan berharap seluruh rangkaian perselisihan dapat benar-benar berakhir dan para pihak dapat menjalankan kewajibannya masing-masing.

Dalam kesepakatan tersebut, hubungan kerja ditetapkan berakhir per 14 Agustus 2026.

Para pekerja melalui serikat pekerja juga telah menyatakan kesediaan untuk mengosongkan ruangan sekretariat pasca lunas atau Mei 2027, serta menjaga situasi agar tetap kondusif dan tidak menimbulkan kegaduhan maupun kericuhan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya