Berita

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah saat jalani sidang lanjutan di PN Jakpus pada Rabu, 14 Oktober 2026 (Foto: YouTube PN Jakarta Pusat)

Hukum

Eksepsi Kasus Febrie Adriansyah, Tim Hukum Soroti Selisih Nominal hingga Peran Pihak Lain

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 15:03 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Tim kuasa hukum Febrie Adriansyah meminta Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk membatalkan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Perwakilan tim advokat Febrie Adriansyah, Febri Diansyah, menjelaskan bahwa permintaan tersebut disampaikan melalui nota perlawanan atau eksepsi dalam sidang perkara dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Selasa 14 Oktober 2026. 

Dalam eksepsi tersebut, tim hukum merinci ada 22 persoalan utama dalam dakwaan, mulai dari ketidakjelasan uraian peran terdakwa hingga tidak terperincinya hubungan antara aset yang didakwakan dan tindak pidana asal (predicate crime).


"Dalam nota perlawanan ini, kami menguraikan dakwaan justru menjelaskan peran pihak lain tanpa secara jelas mengurai peran aktif terdakwa yang dituduhkan. Bagaimana mungkin Febrie Adriansyah dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan pihak lain? Menurut kami, ada sejumlah persoalan mendasar dalam konstruksi dakwaan yang perlu dipertimbangkan majelis hakim," ujar Febri.

Salah satu poin yang disoroti adalah perbedaan nominal uang dalam uraian dakwaan terkait saksi Tan Kian. Pada satu bagian, jaksa menyebut Tan Kian menyanggupi pemberian uang sebesar Rp50 miliar. Namun, pada bagian lain, uang yang disebut diterima oleh Ferry Yanto Hongkiriwang berjumlah SGD 5 juta atau setara dengan Rp55 miliar.

"Selisih Rp5 miliar ini perlu dijelaskan karena berkaitan dengan uraian peristiwa yang dituduhkan kepada terdakwa. Menurut kami, dakwaan harus menguraikan rangkaian peristiwa dan nominal uang secara cermat, bukan menyisakan ketidakjelasan," timpal anggota tim advokat lainnya, Muhammad Farizi.

Farizi juga menyoroti uraian dakwaan mengenai Ferry Yanto Hongkiriwang yang disebut berperan aktif menemui Tan Kian dan meminta uang. Menurutnya, dakwaan semestinya mampu menjelaskan secara transparan bentuk kerja sama, perbuatan konkret, serta keterlibatan langsung Febrie dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, pengacara Patra Zen mempersoalkan uraian terkait aset yang dikaitkan dengan TPPU. Dalam dakwaan, total aset yang disita atau dipersoalkan mencapai Rp346.743.821.282 dan USD 440.990. Padahal, tindak pidana asal berupa dugaan pemerasan yang diuraikan dalam dakwaan memuat nominal Rp55 miliar.

"Keberadaan suatu aset tidak dengan sendirinya menjelaskan asal-usul maupun hubungannya dengan tindak pidana yang didakwakan. Dalam perkara TPPU, dakwaan perlu menguraikan secara jelas bagaimana aset tersebut dikaitkan dengan tindak pidana asal, termasuk aliran transaksi yang menjadi dasar tuduhan," tegas Patra Zen.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya