Berita

Ilustrasi bilik suara. (Foto: RMOL)

Politik

RUU Pemilu Harus Jamin Suara Rakyat Tak Terbuang

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 14:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid, menekankan pentingnya partisipasi publik yang bermakna (meaningful participation) dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.

Menurut Kholid, pembahasan regulasi pemilu harus merangkul seluruh kepentingan agar menghasilkan sistem yang mampu meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia.

“Kita ingin kualitas demokrasi kita semakin baik,” kata Kholid di DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Oktober 2026.


Mengenai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold, Kholid mengatakan PKS tidak mempermasalahkan ketentuan yang berlaku saat ini sebesar 4 persen. Namun, ia memahami adanya keinginan sejumlah partai politik di parlemen untuk menaikkan ambang batas tersebut. 

Karena itu, menurutnya, perlu disiapkan skema agar peningkatan ambang batas tidak memperbesar jumlah suara pemilih yang gagal dikonversi menjadi kursi di DPR.

“Misalnya kalau kita naikkan, oke lah toleransinya di 5 persen. Kalau lebih dari itu, kemungkinan akan semakin besar peluang hilang suara yang tidak terkonversi,” ujarnya.

Kholid menambahkan, salah satu gagasan yang dapat dibahas untuk mengatasi persoalan suara tidak terkonversi menjadi kursi adalah penerapan konsep daerah pemilihan (dapil) nasional.

Selain ambang batas parlemen, Kholid juga menilai pemisahan pemilihan legislatif (pileg) dari pemilihan eksekutif perlu dipertimbangkan untuk memperkuat demokrasi.

Ia menyoroti pentingnya desain sistem pemilu yang memungkinkan konfigurasi politik terbentuk melalui proses pemilihan yang lebih terpisah, bukan semata-mata mengikuti hasil pemilihan sebelumnya.

“Terkait pileg dipisah dengan eksekutif itu bagus untuk memperkuat demokrasi kita, sehingga tiket yang digunakan untuk pilpres bukan tiket lama, biar konfigurasinya tidak berubah,” tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya