Berita

Presidium Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR), Marwan Batubara. (Foto: RMOL)

Politik

Alasan Pemakzulan Gibran Sudah Terpenuhi

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 13:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presidium Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR), Marwan Batubara, menilai proses pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di DPR RI seharusnya tidak perlu berlarut-larut.

Menurut Marwan, terdapat dua alasan yang dinilainya dapat menjadi dasar pemakzulan Gibran, yakni perbuatan tercela dan tidak lagi memenuhi syarat sebagai wakil presiden.

Hal itu disampaikan Marwan saat menyampaikan aspirasi GMKR ke DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rabu, 14 Oktober 2026.


“Kalau bicara pemakzulan menurut Pasal 7A Undang-Undang Dasar, dari enam delik untuk terjadinya pemakzulan itu sudah dua hal yang menjadi alasan pemakzulan itu bisa dieksekusi,” kata Marwan.

Ia merujuk pada Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 1/2026 yang menurutnya memperkuat alasan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut melalui mekanisme pemakzulan.

Marwan mengatakan, GMKR sebelumnya telah mengirimkan surat aspirasi kepada delapan fraksi di DPR RI, termasuk Fraksi PKS. Namun, sejumlah fraksi menyampaikan belum dapat menerima mereka karena DPR sedang memasuki masa reses.

GMKR kemudian menyampaikan permohonan kepada pimpinan PKS hingga akhirnya mendapat kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

“Kami dari GMKR mengapresiasi setinggi-tingginya atas kesediaan PKS untuk menerima kami,” ujarnya.

Marwan berharap DPR dapat segera menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui mekanisme konstitusional. Ia menilai, apabila DPR menggunakan hak menyatakan pendapat, prosesnya tidak perlu diperpanjang dengan pembentukan panitia khusus atau mekanisme tambahan lainnya.

“Satu delik saja sudah cukup, apalagi dua,” tegasnya.

Meski demikian, Marwan mengakui proses politik di DPR tidak sederhana. Ia menyinggung pengaruh mantan Presiden Joko Widodo yang menurutnya masih kuat serta berbagai pertimbangan politik yang dimiliki masing-masing partai.

Atas dasar itu, ia memahami apabila PKS belum ingin langsung tampil sebagai partai penginisiasi proses pemakzulan Gibran.

“Kami memahami sikap PKS untuk tidak langsung tampil seolah-olah menjadi partai inisiator,” katanya.

Kendati demikian, Marwan berharap PKS dapat terus membangun komunikasi dengan partai-partai lain agar aspirasi pemakzulan Gibran mendapat dukungan politik dan dapat segera ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku di DPR RI.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya