Berita

Aktivis senior Said Didu. (Foto: RMOL)

Politik

Persoalan Gibran Bukan Sekadar Politik tapi Penegakan Moral

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 13:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Aktivis senior Said Didu menyebut gerakan masyarakat sipil yang menggugat persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bukan sekadar persoalan politik, melainkan upaya menyelamatkan bangsa dari kerusakan moral.

Hal itu disampaikan Said Didu saat menyambangi kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), bersama kelompok masyarakat sipil yang menyampaikan aspirasi terkait persyaratan pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024.

Menurut Said, langkah yang digagas pakar hukum tata negara Denny Indrayana menjadi momentum untuk menggugah kesadaran publik terhadap persoalan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


“Sepertinya Allah menyayangi bangsa ini sehingga muncul Prof Indrayana untuk menggugah kita semua bahwa ada pelanggaran moral yang sangat tinggi di negeri ini selama 10 tahun terakhir,” kata Said, Rabu, 14 Oktober 2026.

Ia menegaskan, persoalan tersebut tidak boleh semata-mata dibaca sebagai pertarungan politik. Lebih dari itu, gerakan masyarakat sipil tersebut bertujuan mengembalikan moralitas sebagai landasan dalam memperoleh dan menjalankan kekuasaan.

“Ini bukan lagi politik, ini adalah moral. Kalau kita gagal menyelesaikan ini, maka bangsa ini akan berlanjut terus dengan kerusakan moral yang terjadi,” tegasnya.

Said mengatakan, masyarakat sipil mendorong partai politik untuk bersama-sama memperjuangkan perbaikan moral dalam kehidupan bernegara. Menurutnya, praktik menghalalkan segala cara demi merebut kekuasaan harus dihentikan agar kepemimpinan nasional kembali berpijak pada nilai-nilai moral.

“Kami masyarakat sipil mendorong betul partai politik berjuang bersama untuk membersihkan bangsa ini dari kerusakan moral yang dibikin untuk merebut kekuasaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Said mengaku berharap PKS tampil di depan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat sipil. Ia menilai partai politik seharusnya menempatkan moralitas di atas kepentingan politik praktis.

“Saya senang datang ke PKS karena saya berharap PKS muncul di depan sebagai partai yang mengutamakan moral daripada politik, menggunakan moral daripada politik,” tuturnya.

Said kembali menekankan bahwa gerakan tersebut bukan semata-mata manuver politik untuk mempersoalkan Gibran. Ia menyebut gerakan itu sebagai upaya rakyat menyelamatkan bangsa dari kerusakan moral yang, menurutnya, dapat berlanjut lintas generasi apabila tidak diluruskan.

“Ini bukanlah gerakan politik semata, tapi gerakan rakyat menyelamatkan bangsanya dari kerusakan moral yang dibikin oleh bapaknya turun ke anaknya,” pungkas Said.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya