Berita

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf didampingi Sekretaris Jenderal Muhammad Kholid, menerima aspirasi masyarakat sipil. (Foto: RMOL)

Politik

PKS Siap Kawal Aspirasi Publik soal Syarat Pendidikan Gibran

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 12:46 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf didampingi Sekretaris Jenderal Muhammad Kholid, menerima aspirasi masyarakat sipil terkait persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat maju dalam Pilpres 2024.

PKS menyatakan siap menjadi jembatan aspirasi publik untuk mendorong tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai persyaratan pendidikan Gibran melalui mekanisme konstitusional di DPR RI.

“Kami menerima aspirasi publik yang datang kepada kami, karena saat ini fraksi di DPR RI sedang reses, maka kami menerimanya di DPP Partai Keadilan Sejahtera,” kata Kholid saat menerima aspirasi tersebut, Rabu, 14 Oktober 2026.


Kholid mengatakan, PKS memandang aspirasi masyarakat penting untuk didengar dan diteruskan. Menurutnya, DPR RI memiliki hak konstitusional untuk menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai fungsi dan kewenangannya.

Selain itu, Kholid meminta Fraksi PKS di DPR RI membangun komunikasi politik dengan fraksi-fraksi lain untuk mencari jalan terbaik dalam menyikapi persoalan tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga marwah lembaga negara sekaligus memastikan penyelesaian persoalan berjalan sesuai koridor konstitusi.

“Tentu kita mencari jalan terbaik bagi bangsa untuk menegakkan marwah kelembagaan negara kita,” jelasnya.

Kholid berharap polemik persyaratan pendidikan Gibran menjadi pembelajaran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama mengenai kepatuhan terhadap hukum dan etika.

Menurutnya, kepatuhan terhadap kedua aspek tersebut menjadi landasan penting dalam membangun legitimasi kepemimpinan nasional.

“Kita berharap besar bahwa polemik ijazah ini menjadi pembelajaran yang sangat penting buat kehidupan kita berbangsa dan bernegara untuk taat secara hukum dan juga taat secara etik. Inilah yang menjadi dasar kita dalam membangun legitimasi kepemimpinan bangsa kita,” tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya