Berita

Pakar hukum tata negara Denny Indrayana di kantor PKS. (Foto: RMOL)

Politik

PKS Didorong Jadi Inisiator di DPR Tindak Lanjuti Polemik Pendidikan Gibran

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 12:38 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) didorong menjadi inisiator di DPR untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat sipil terkait persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat maju pada Pilpres 2024.

Pakar hukum tata negara Denny Indrayana berharap PKS mengambil langkah awal untuk menggerakkan fraksi-fraksi lain agar ikut membahas persoalan tersebut. Menurutnya, momentum politik akan semakin kuat apabila ada partai yang berani memulai.

“Jadi mudah-mudahan PKS hari ini bisa menjadi salah satu inisiator,” kata Denny di markas PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Oktober 2026.


Ia menjelaskan, langkah membawa persoalan tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK) sejak awal bukan semata-mata didasarkan pada keyakinan akan memenangkan perkara. Ada harapan agar proses itu dapat mendorong langkah politik lebih lanjut, termasuk menggalang dukungan minimal dua fraksi di DPR.

“Kenapa kita memulai ke MK? Apakah kita yakin kita akan menang di MK? Nggak juga sih. Harapan yang menyebabkan kita bergerak jadi butuh dua fraksi. Sekarang belum ada, ya bismillah setelah ini akan PKS memecahkan telur. Selain itu fraksi yang lain bergerak,” ujarnya.

Denny menilai, dinamika politik tidak selalu bisa diukur melalui hitung-hitungan matematis. Perubahan dapat terjadi ketika momentum dan kepentingan bertemu, sehingga sikap satu partai berpotensi mendorong partai lain mengambil langkah serupa.

Saat ini, menurutnya, banyak pihak masih memilih menunggu perkembangan. Sikap tersebut terlihat dari belum adanya langkah tegas dari sejumlah elite, termasuk Presiden Prabowo Subianto, pimpinan koalisi, dan partai-partai politik.

Karena itu, Denny berharap PKS tidak sekadar menampung aspirasi masyarakat sipil, tetapi juga berani mengambil inisiatif politik agar persoalan tersebut mendapat tindak lanjut di parlemen.

Ia menegaskan, langkah yang dibutuhkan bukan tindakan sepihak atau sekadar keberanian tanpa perhitungan, melainkan sikap politik yang didasarkan pada hati nurani dan kepatuhan terhadap konstitusi.

“Kita enggak perlu koboi kok, kita perlu politisi-politisi yang dengan hati nurani melihat bahwa Pilpres 2024 kemarin itu betul-betul potret telanjang kecurangan yang menyebabkan kita mendapatkan musibah bencana nasional,” tegasnya.

Denny juga menyoroti persoalan persyaratan usia dan pendidikan dalam pencalonan Gibran. Ia mempersoalkan perubahan ketentuan usia melalui putusan MK yang dinilai membuka jalan bagi pencalonan Gibran, serta persyaratan pendidikan yang menjadi polemik.

Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap proses demokrasi agar pemilu ke depan menghasilkan pemimpin yang amanah dan tidak mengulang persoalan serupa.

“Kalau kita tidak melihat ini sebagai satu bencana nasional, ketika moral kebangsaan memang kita sedang ditutup mata batin dan mata hati kita untuk melakukan koreksi total, ke depan kita akan hanya melihat pemilu-pemilu yang seolah-olah juga tidak akan menghadirkan pemimpin yang amanah,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya