Ketua Umum FPPJ, Endriansah. (Foto: Istimewa)
Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) mendorong Pemprov DKI Jakarta memperbanyak bangunan sekolah yang dilengkapi sarana penunjang modern, mencakup aksesibilitas ramah disabilitas, sistem proteksi kebakaran, lift, perpustakaan, kantin, lapangan olahraga, serta ruang terbuka hijau.
"Seperti SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta di Pasar Rebo, Jakarta Timur yang baru selesai direhabilitasi," kata Ketua Umum FPPJ, Endriansah melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu 14 Oktober 2026.
Endriansah menilai bangunan SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta yang baru diresmikan Gubernur DKI Jakata Pramono Anung merupakan langkah konkret dalam menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, modern, dan inklusif bagi para siswa.
"Renovasi sekolah bukan sekadar pembenahan bangunan, tetapi juga investasi penting untuk mendukung masa depan generasi muda Jakarta,” kata Endriansah.
Menurut Endriansah, setiap siswa berhak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak tanpa terkendala wilayah maupun kondisi sosial ekonomi.
“Anak-anak Jakarta harus mendapatkan kesempatan belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung prestasi mereka,” kata Endriansah.
Ia juga berharap kualitas pembangunan, transparansi penggunaan anggaran, dan pemeliharaan fasilitas sekolah tetap menjadi perhatian.
"Agar setiap fasilitas yang dibangun benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Endriansah.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta merampungkan proyek rehabilitasi total kompleks sekolah terintegrasi SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta di Jalan Raya Bogor, Pasar Rebo, Jakarta Timur, dengan alokasi anggaran mencapai Rp101,3 miliar.
Penataan kawasan pendidikan vertikal tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan perkotaan serta meningkatkan aksesibilitas pendidikan inklusif di wilayah ibu kota.
Secara akumulatif, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp876,9 miliar pada Tahun Anggaran 2025 untuk merehabilitasi total 19 gedung sekolah, dengan 16 gedung di antaranya telah rampung dibangun. Pembangunan fisik ini disinergikan dengan jaminan sosial pendidikan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).