Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bursa

Bitcoin Menguat, Pasar Menanti Data Inflasi AS

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 12:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pergerakan Bitcoin mulai mendapat dorongan dari perubahan arah ekspektasi suku bunga Amerika Serikat (AS). 

Mata uang kripto terbesar di dunia ini menguat ketika pernyataan pejabat Federal Reserve (The Fed) memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut belum tentu diperlukan, sementara pasar bersiap menghadapi data inflasi terbaru AS.

Menurut data CoinMarketCap pada Rabu siang, 14 Oktober 2026, Bitcoin naik 0,31 persen menjadi 83.668 Dolar AS, sedikit lebih baik dibandingkan pasar kripto secara keseluruhan yang cenderung stagnan. Penguatan ini juga mencerminkan sensitivitas Bitcoin terhadap perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter AS.


Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, mengatakan belum melihat kebutuhan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut pada 2027. Namun, ia menilai satu kali kenaikan suku bunga lagi pada tahun ini masih mungkin diperlukan. Pernyataan tersebut memberi harapan bahwa kebijakan moneter AS tidak akan seketat yang dikhawatirkan pasar.

Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah dapat menekan dolar AS dan meningkatkan daya tarik aset berisiko, termasuk Bitcoin. Dalam 30 hari terakhir, pergerakan Bitcoin memiliki korelasi sebesar 0,82 dengan Invesco QQQ Trust (QQQ), dana investasi yang banyak berisi saham perusahaan teknologi. Angka ini menunjukkan bahwa Bitcoin cenderung bergerak searah dengan saham teknologi di tengah perubahan ekspektasi ekonomi dan suku bunga.

Dari sisi permintaan institusi, dana ETF Bitcoin spot di AS masih menghadapi tekanan. Pada 12 Oktober, ETF IBIT milik BlackRock mencatat arus dana keluar sebesar 65,4 juta Dolar AS. Meski demikian, tekanan jual akibat likuidasi posisi leverage mulai mereda. Nilai likuidasi Bitcoin turun 84 persen dalam 24 jam, mengindikasikan berkurangnya penjualan paksa terhadap posisi perdagangan yang menggunakan pinjaman atau modal berleverage.

Selanjutnya, perhatian pasar tertuju pada laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk September yang dijadwalkan dirilis hari ini. Konsensus pasar memperkirakan inflasi tahunan mencapai 3,6 persen. Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, harapan terhadap pelonggaran kebijakan moneter dapat kembali tertekan. Sebaliknya, angka yang lebih rendah berpotensi memperkuat optimisme investor dan memberi ruang bagi Bitcoin untuk melanjutkan penguatan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya