Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bursa

Bursa Asia Dibuka Beragam Menanti Data Inflasi AS

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 08:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdagangan bursa Asia-Pasifik dibuka beragam pada Rabu, 14 Oktober 2026, di tengah penantian investor terhadap laporan inflasi Amerika Serikat (AS). 

Data tersebut menjadi perhatian karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam beberapa waktu ke depan.

Indeks saham utama di kawasan bergerak bervariasi pada awal perdagangan. Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,62 persen.


Di jepang, Nikkei 225 naik 0,32 persen. Sebaliknya, indeks Topix Jepang melemah 0,11 persen.

Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,82 persen, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 0,45 persen.

Adapun kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 24.340, sedikit di bawah penutupan sebelumnya di 24.345,22.

Perhatian investor tertuju pada data inflasi AS yang dapat memengaruhi keputusan The Fed mengenai suku bunga. Inflasi yang masih tinggi berpotensi membuat bank sentral AS mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, sedangkan perkembangan inflasi yang lebih terkendali dapat membuka ruang bagi pelonggaran kebijakan.

Di tengah penantian tersebut, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack mendorong The Fed mengambil langkah lebih cepat untuk memastikan inflasi kembali ke target 2 persen. Ia menilai penyesuaian kebijakan dalam skala lebih kecil sejak awal dapat mengurangi kebutuhan akan langkah yang lebih besar di kemudian hari.

“Jika memungkinkan, saya secara umum berpandangan bahwa lebih baik melakukan penyesuaian yang lebih kecil dan relatif cepat daripada menunggu hingga berisiko membutuhkan koreksi yang lebih besar,” kata Hammack dalam pernyataan resmi Federal Reserve Bank of Cleveland.

Sebelumnya, The Fed menaikkan suku bunga acuannya pada September 2026 ke kisaran 3,75-4 persen. Investor kini menantikan pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 27-28 Oktober 2026 untuk melihat arah kebijakan berikutnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya