Berita

Menhut Raja Antoni usai melakukan pengecekan pemadaman di lapangan tepatnya di KM 23 TN Sebangau. Pengecekan dilakukan bersama Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, bersama jajaran TNI, Polri, BPBD. (Foto: Kemenhut)

Politik

Strategi Putus Kepala Api Diterapkan Tangani Karhutla Sebangau

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 08:09 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Berbagai upaya dan strategi terus dilakukan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. Penanganan tidak hanya diarahkan untuk memadamkan titik api, tetapi juga memutus pergerakan api agar tidak meluas.

Hal ini disampaikan Menhut Raja Antoni usai melakukan pengecekan pemadaman di lapangan tepatnya di KM 23 TN Sebangau. Pengecekan dilakukan bersama Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, bersama jajaran TNI, Polri, BPBD.

Rombongan masuk ke lokasi dan melihat langsung pemadaman yang tengah dilakukan oleh Manggala Agni Kemenhut. Ia mengatakan pemerintah pusat dan daerah memiliki empati yang mendalam terhadap masyarakat yang telah terdampak asap selama beberapa bulan terakhir. 


“Bukan sama sekali kita lepas tangan, cuci tangan, sama sekali tidak. Tentu bisa dilihat di lapangan, Pak Gubernur, Pak Wali Kota, TNI Polri, Manggala Agni, Kemenhut. Teman-teman lihat itu bagaimana mata mereka? Sudah merah, sudah lelah tapi karena ini tugas mereka tetap ada di lapangan untuk bekerja secara real secara konkret,” ujarnya, Rabu, 14 Oktober 2026.

Dalam penanganan di Sebangau, strategi pemadaman kini diperkuat dengan upaya memutus kepala api menggunakan alat berat. Strategi tersebut dilakukan untuk mencegah api bergerak lebih jauh dan menimbulkan dampak yang lebih besar. Pemerintah juga akan menambah sekitar 4 hingga 5 ekskavator untuk memperkuat penyekatan di area yang menjadi jalur pergerakan api.

“Bukan lagi hanya sekadar memadamkan di titik api yang ada, tapi sekarang kita coba memutus ya, kepala apinya. Kalau api yang kita putus ya dengan kecepatan mempergunakan alat berat supaya menghindari mudarat yang lebih besar lagi,” jelasnya.

Selain alat berat, penanganan juga diperkuat dengan pembangunan sumur bor. Kebutuhan tambahan mencapai sekitar 30 sumur bor, yang akan ditempatkan di sekitar kepala-kepala api dengan jarak sekitar 50 meter untuk mendukung proses pemadaman.

“Jadi bukan lagi mengejar api, tapi sudah menghadap api dengan risiko yang gak sederhana,” ungkap Menhut,

Upaya pemadaman juga dilakukan dari udara melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) dan water bombing. Namun, penerbangan helikopter water bombing masih menghadapi kendala visibilitas. 

Sementara OMC terus dilakukan ketika terdapat bibit awan, sebagai bagian dari upaya membasahi wilayah dan membantu penanganan karhutla. Di sisi darat, pasukan dan peralatan juga terus diperkuat untuk menghadapi kondisi lapangan yang dinamis.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya