Berita

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji (Foto: Dokumen RMOL)

Finansial

Sritex Masuk Rencana Akuisisi BUMN Tekstil, Danantara Siapkan Investasi 6 Miliar Dolar AS

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 07:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rencana pemerintah membentuk badan usaha milik negara (BUMN) tekstil melalui akuisisi sejumlah perusahaan, termasuk PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), memasuki tahap pembahasan konsolidasi industri. Langkah ini diharapkan memperkuat rantai pasok tekstil nasional, tetapi perlu didukung perhitungan bisnis yang matang agar tidak menjadi beban keuangan negara.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, BUMN Tekstil akan menjadi wadah untuk mengonsolidasikan sejumlah perusahaan tekstil di dalam negeri. Masing-masing perusahaan diharapkan menyumbangkan keunggulannya untuk memperkuat industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional.

“Memang nanti ada beberapa perusahaan tekstil yang diakuisisi. Iya (termasuk Sritex), dan beberapa perusahaan nanti diakuisisi,” ujar Sarmuji di Kantor Kementerian Perindustrian, Selasa (13/10/2026).


Menurut Sarmuji, rencana tersebut telah dibahas bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Kolaborasi ini diharapkan dapat menyatukan kekuatan perusahaan tekstil agar saling melengkapi dan meningkatkan daya saing industri nasional.

Meski demikian, nilai akuisisi Sritex belum diumumkan. Skema transaksi, penilaian aset, serta pembahasan dengan tim kurator menjadi sejumlah hal yang perlu diperjelas sebelum rencana tersebut direalisasikan.

Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan rencana pembentukan perusahaan baru untuk mengembangkan industri tekstil yang telah ada. Perusahaan tersebut juga dirancang untuk mendorong integrasi industri TPT, termasuk melalui optimalisasi mesin, teknologi, dan kapasitas produksi.

Pemerintah dikabarkan menyiapkan investasi sekitar 6 miliar Dolar AS atau setara Rp101 triliun untuk pengembangan industri tekstil. Namun, besaran investasi dan skema pendanaannya masih perlu diperjelas, termasuk alokasi dana untuk akuisisi maupun pengembangan kapasitas industri.

Keberhasilan rencana ini akan bergantung pada kemampuan pemerintah mengonsolidasikan aset produktif, memperbaiki efisiensi, dan meningkatkan daya saing industri tekstil tanpa menimbulkan beban keuangan yang tidak sebanding dengan manfaatnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya