Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Finansial

Dolar AS Melemah Akibat Koreksi Minyak dan Keraguan Sektor AI

RABU, 14 OKTOBER 2026 | 07:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar AS di pasat uang New York melemah dari level tertinggi dalam 18 bulan pada penutupan perdagangan Selasa 13 Oktober 2026 waktu setempat. 

Penurunan ini dipicu oleh jatuhnya harga minyak, berkurangnya aliran modal akibat keraguan investor terhadap valuasi saham berbasis kecerdasan buatan (AI), serta sikap bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan akhir Oktober.

Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,37 persen ke posisi 102,18. Tekanan terhadap dolar turut memicu pergerakan di pasar mata uang global:


Sedangkan Euro menguat 0,40 persen menjadi 1,1198 Dolar AS setelah sempat menyentuh level terendahnya sejak Mei 2025.

Yen Jepang menguat 0,18 persen ke level 158,33 per Dolar AS, didukung oleh ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Bank of Japan. Sementara Dolar Australia berada di level 0,6983 Dolar AS setelah bank sentral Australia (RBA) menaikkan suku bunganya.

Sementara itu, harga minyak mentah dunia turun sekitar 0,75 persen menjadi 105,87 Dolar AS per barel di tengah pertimbangan pasar atas potensi tambahan pasokan energi. Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat untuk mendapatkan petunjuk lanjutan mengenai arah inflasi dan suku bunga.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya