Berita

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Finansial

Indonesia Dorong Kerja Sama Penagihan Pajak Lintas Negara

SELASA, 13 OKTOBER 2026 | 14:13 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Indonesia mendorong penguatan kerja sama multilateral dalam penagihan pajak untuk memastikan kewajiban perpajakan tetap dipenuhi meski aset dan aktivitas ekonomi wajib pajak melintasi batas negara.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan, mobilitas aset lintas negara yang semakin tinggi menuntut otoritas pajak memperkuat koordinasi dalam penegakan kewajiban perpajakan.

“Sekarang wajib pajak dan aset semakin likuid. Aset lintas negara bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga praktik yang semakin umum,” ujar Bimo dalam acara Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum (BRITACOF) ke-7 di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.


Menurut Bimo, Indonesia akan mendorong inisiatif bantuan hukum multilateral dalam penagihan pajak untuk memperkuat koordinasi antarnegara dalam menindaklanjuti kewajiban perpajakan yang berkaitan dengan aset di yurisdiksi berbeda.

“Inisiatif bantuan hukum multilateral dalam penagihan pajak” menjadi salah satu usulan Indonesia untuk memastikan perlakuan perpajakan yang adil, termasuk terhadap sumber aktivitas ekonomi yang menghasilkan penghasilan.

Selain itu, Indonesia juga mendorong penerapan kepatuhan pajak kooperatif atau cooperative tax compliance yang telah diterapkan sejak awal 2026.

Bimo berharap pendekatan tersebut dapat menjadi referensi bagi negara anggota BRITACOM dalam meningkatkan kepatuhan dan memperkuat hubungan antara otoritas pajak dan dunia usaha.

“Kami juga mengusulkan gagasan kepatuhan pajak kooperatif yang telah diterapkan sejak awal tahun ini,” kata Bimo.

Ia berharap praktik tersebut dapat dibagikan kepada negara anggota BRITACOM sehingga masing-masing yurisdiksi dapat memperbaiki administrasi perpajakan dan memberikan kepastian kepada dunia usaha.

Forum BRITACOF ke-7 mengangkat tema Smart Taxation, Shared Prosperity, dengan agenda modernisasi administrasi perpajakan, peningkatan pelayanan wajib pajak, dan penguatan kerja sama internasional.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya