Berita

Ilustrasi

Bursa

Bitcoin Tertekan Penguatan Dolar AS

SELASA, 13 OKTOBER 2026 | 13:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penguatan Dolar AS dan kekhawatiran terhadap arah suku bunga kembali membebani Bitcoin, membuat aset kripto terbesar di dunia itu melemah menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Dikutip dari CoinMarketCap, Selasa, 13 Oktober 2026, Bitcoin turun 0,44 persen ke level 83.561 Dolar AS. Meski melemah, penurunan Bitcoin masih lebih kecil dibandingkan pasar kripto secara keseluruhan yang turun 1,33 persen. 

Pergerakan Bitcoin juga menunjukkan korelasi sebesar 81 persen dengan indeks S&P 500, menandakan bahwa harga aset kripto terbesar di dunia ini masih sensitif terhadap sentimen pasar saham dan perkembangan ekonomi AS.


Salah satu pemicu utama tekanan tersebut adalah penguatan indeks Dolar AS (DXY), yang pada 12 Oktober mencapai level tertinggi dalam 18 bulan di atas 102,50. Kenaikan harga minyak turut memengaruhi sentimen pasar, sementara pernyataan Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack memperkuat pandangan bahwa kebijakan moneter AS masih perlu dijaga ketat untuk mengendalikan inflasi.

Dolar yang lebih kuat dan prospek suku bunga tinggi cenderung menekan aset berisiko seperti Bitcoin. Investor juga menantikan data inflasi konsumen AS (CPI) September yang dijadwalkan rilis pada Rabu, 14 Oktober 2026. Jika inflasi tercatat lebih tinggi dari perkiraan, peluang bertahannya suku bunga tinggi dapat meningkat dan kembali membebani harga Bitcoin.

Tekanan jual juga datang dari likuidasi posisi beli atau long position yang menggunakan leverage, yakni dana pinjaman untuk memperbesar nilai transaksi. Dalam 24 jam, nilai likuidasi Bitcoin mencapai 179,2 juta Dolar AS, dengan sekitar 80 persen berasal dari posisi beli. Kondisi ini terjadi ketika harga bergerak berlawanan dengan taruhan investor sehingga posisi mereka ditutup secara paksa, yang kemudian dapat memperbesar tekanan penurunan.

Di sisi lain, dana yang mengalir keluar dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat turut mengurangi dukungan terhadap harga. Produk investasi tersebut mencatat arus keluar bersih sekitar 679 juta Dolar AS pada pekan sebelumnya.

Ke depan, pergerakan Bitcoin akan bergantung pada kemampuannya bertahan di area 82.000-83.000 Dolar AS. Jika area tersebut mampu menahan tekanan jual dan data inflasi AS memberikan sentimen positif, Bitcoin berpeluang kembali menguji level 84.300 Dolar AS. 

Namun, jika harga menembus ke bawah 82.000 Dolar AS, terutama apabila inflasi lebih tinggi dari perkiraan, risiko penurunan menuju 79.000 Dolar AS akan meningkat.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya