Berita

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. (Foto: Dok. BNPB)

Politik

Luhut Bela Syahganda: Pejabat Malaysia Jangan Baper

SELASA, 13 OKTOBER 2026 | 13:29 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Praktisi hukum dan pemerhati kebijakan publik, Luhut Parlinggoman Siahaan meminta pejabat Malaysia tidak berlebihan menyikapi pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan terkait kabut asap lintas batas.

“Jangan baper. Kalau ada yang perlu diluruskan, sampaikan melalui komunikasi yang baik. Persoalan lingkungan seperti kabut asap tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menyudutkan,” kata Luhut di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.

Menurut Luhut, perbedaan pandangan antara Indonesia dan Malaysia seharusnya disikapi secara proporsional dan tidak berkembang menjadi polemik politik yang kontraproduktif.


Indonesia memang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga hutan dan lingkungan. Namun, persoalan kabut asap juga perlu dibahas secara objektif dengan mengedepankan kepentingan bersama.

Luhut menambahkan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan langkah serius, mulai dari pencegahan hingga penegakan hukum. Faktor cuaca dan iklim dapat memperburuk kebakaran, tetapi tidak menghilangkan pentingnya upaya pencegahan.

Ia pun meminta pihak-pihak yang keberatan dengan pernyataan Syahganda menempuh jalur komunikasi dan diplomasi.

“Kalau ada perbedaan pandangan, mari dibahas melalui jalur diplomasi. Indonesia dan Malaysia sama-sama berkepentingan menjaga hubungan baik,” pungkasnya.

Syahganda sebelumnya menyebut karhutla terjadi bukan sepenuhnya akibat kesalahan manusia, namun ada fenomena alam yang turut terjadi.

"Jadi kita juga minta kepada semua (negara) tetangga untuk mengerti, ini adalah di luar beyond human eror. Ini benar-benar alam," kata Syahganda, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Sontak pernyataan Syahganda turut memantik respons pejabat Malaysia. Salah satunya disampaikan Pemimpin Pengimbang Dewan Undangan Negeri (DUN) Johor Andrew Chen Kah Eng.

“Rakyat Malaysia menderita akibat pencemaran ini, tetapi pejabat Anda justru seolah mempermainkan kesehatan kami,” kata Andrew.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya