Berita

Komisaris PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Arief Poyuono. (Foto: RMOL)

Makro

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

SENIN, 12 OKTOBER 2026 | 20:22 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dinilai menjadi instrumen strategis meningkatkan produktivitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 6-7 persen per tahun.

Komisaris PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Arief Poyuono mengatakan, konsolidasi aset negara melalui Danantara dapat mengubah pola pengelolaan BUMN menjadi lebih profesional, efisien, dan berorientasi pada keuntungan.

“Ini adalah transisi dari birokrasi yang berfokus pada anggaran menuju strategi permodalan yang agresif dan berorientasi pada return,” ujar Arief dalam keterangan tertulisnya, Senin, 12 Oktober 2026.


Menurutnya, Danantara bukan sekadar lembaga pengelola dana, melainkan instrumen transformasi untuk mengonsolidasikan aset negara yang selama ini tersebar di ratusan BUMN. Arief menilai pengelolaan aset negara secara lebih produktif menjadi salah satu faktor penting bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap).

“Danantara adalah mekanisme krusial untuk meningkatkan pendapatan nasional bruto. Lembaga ini ditargetkan untuk memacu pertumbuhan PDB tahunan yang berkelanjutan di kisaran 6 persen hingga 7 persen,” jelasnya.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Danantara juga diharapkan berfungsi sebagai penyangga keuangan ketika terjadi krisis ekonomi global sekaligus menjadi sumber kekayaan jangka panjang bagi generasi mendatang.

Arief mencontohkan model pengelolaan dana investasi negara seperti Government of Singapore Investment Corporation (GIC) dan Temasek milik Singapura yang dapat menjadi referensi dalam mengoptimalkan aset negara.

Dalam strategi investasi, ia mendukung rencana alokasi sekitar 20 persen dana kelolaan untuk investasi global. Sementara itu, 80 persen lainnya diarahkan untuk pembiayaan infrastruktur berkelanjutan di dalam negeri.

Sejumlah peluang investasi yang disorot antara lain properti di Mekkah untuk mendukung kebutuhan jamaah haji Indonesia serta kerja sama teknologi dengan Russian Direct Investment Fund (RDIF) Rusia.

Arief juga menilai konsolidasi BUMN melalui Danantara berpotensi mengurangi inefisiensi dan tumpang tindih pengelolaan perusahaan negara. Namun, ia mengingatkan pentingnya tata kelola yang ketat, transparansi, dan independensi dari kepentingan politik.

“Danantara adalah instrumen yang dirancang secara cermat. Kritik soal sovereign risk bisa ditepis, dengan catatan lembaga ini tetap menjaga tiga hal: tata kelola perusahaan yang ketat, transparansi penuh, dan independensi dari bias politik,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya