Berita

Ketua Komisi XII DPR Melchias Markus Mekeng (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Parlemen

DPR Tunggu Pemerintah Serahkan DIM RUU Migas

SENIN, 12 OKTOBER 2026 | 16:35 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pembahasan Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) masih menunggu Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dari pemerintah. 

DPR menyebut terdapat batas waktu maksimal 60 hari bagi pemerintah untuk menyampaikan DIM setelah RUU diserahkan.

Ketua Komisi XII DPR dari Fraksi Golkar, Melchias Markus Mekeng mengatakan, proses selanjutnya baru dapat berjalan setelah DIM diterima. DPR saat ini masih menunggu pemerintah memenuhi tahapan tersebut.


“Iya, kan kalau dari DPR sudah menyampaikan RUU itu kan ada waktu paling lama 60 hari. Pemerintah untuk menyampaikan DIM,” kata Mekeng kepada RMOL, Senin, 12 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, setelah tahapan tersebut terpenuhi, RUU akan dibawa ke rapat paripurna. Selanjutnya, pimpinan DPR melalui Badan Musyawarah (Bamus) akan menentukan pembahasan RUU dilakukan di Badan Legislasi (Baleg) atau komisi terkait.

Mekeng menegaskan, penghitungan batas waktu 60 hari tidak semata-mata merujuk pada tanggal masuknya Surat Presiden (Surpres), melainkan sejak RUU diserahkan kepada pemerintah.

“Kalau Surpres sudah masuk, DIM-nya belum ada, ya tunggu aja kalau batas waktu 60 hari RUU itu diserahkan ke pemerintah,” kata Mekeng.

Saat ditanya mengenai kepastian tenggat penyerahan DIM, Mekeng meminta agar batas waktu tersebut dihitung berdasarkan tanggal penyerahan RUU kepada pemerintah.

“Kalau masih belum ini, ya kita tunggu aja,” tandas Mekeng.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya