Berita

Wakil Presiden Gibran Rakabuming. (Foto: Setwapres)

Politik

Gibran Terancam Pidana atas Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan

SENIN, 12 OKTOBER 2026 | 13:27 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bisa terancam hukuman penjara maksimal enam tahun atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat keterangan penyetaraan pendidikan yang digunakan untuk memenuhi persyaratan Pilpres 2024.

Ancaman pidana tersebut disampaikan kuasa hukum pelapor, Ahmad Khozinudin, setelah Tim Advokasi Penegak Etika, Moral dan Integritas Bangsa melaporkan Gibran dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ke Bareskrim Polri.

Menurut Khozinudin, laporan itu berkaitan dengan surat keterangan nomor 9149/DDI/KS/2019 yang diterbitkan pada 8 Agustus 2019. Dokumen tersebut digunakan sebagai dasar penyetaraan pendidikan Gibran dengan jenjang sekolah menengah atas (SMA).


“Kami melihat ada unsur yang kemudian kami anggap ini perbuatan yang masuk kategori pidana,” kata Khozinudin di kanal Youtube Forum Keadilan TV, Senin, 12 Oktober 2026.

Ia mempersoalkan penggunaan Certificate of Attendance sebagai salah satu dokumen yang dijadikan dasar penyetaraan pendidikan. Menurut dia, sertifikat tersebut bukan merupakan bukti kelulusan atau tanda tamat belajar yang setara dengan SMA.

Khozinudin menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan persyaratan pendidikan Gibran memperkuat dugaan yang dilaporkan kepada Bareskrim.

“Dugaan pidananya kuat sekali karena sudah dapat pertimbangan hukum dari MK yang sifatnya final and binding,” ujarnya.

Ia mengatakan, putusan MK tersebut mengonfirmasi dua hal. Pertama, adanya dugaan keterangan tidak benar dalam dokumen yang digunakan untuk memenuhi persyaratan pencalonan. Kedua, menurut penafsirannya atas putusan tersebut, tidak ditemukan ijazah SMA atau sertifikat yang dapat disetarakan dengan pendidikan SMA milik Gibran.

“Ini untuk Gibran ancamannya enam tahun,” tegasnya.

Meski demikian, dugaan tindak pidana tersebut masih perlu dibuktikan melalui proses hukum. Laporan yang disampaikan ke Bareskrim belum dengan sendirinya membuktikan adanya pemalsuan surat maupun menetapkan kesalahan pidana Gibran.

Sebelumnya, MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma dari luar negeri yang dapat menjadi dasar penyetaraan dengan pendidikan minimal SLTA atau sederajat. Namun, permohonan pengujian tersebut tidak dapat diterima karena persoalan kedudukan hukum para pemohon.

Dengan demikian, putusan MK itu tidak mendiskualifikasi Gibran dari jabatan Wakil Presiden.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya