Berita

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Setwapres)

Politik

Mending Unfollow Gibran Daripada Tebar Kebencian

SENIN, 12 OKTOBER 2026 | 09:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Jagat media sosial belakangan dipenuhi komentar dan perdebatan terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai gugatan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Menanggapi situasi tersebut, pakar hukum tata negara Jimly Asshiddiqie menyarankan masyarakat berhenti mengikuti akun media sosial yang tidak disukai daripada meluapkan kebencian, termasuk dalam polemik terkait Gibran.

“Baiknya medsos diisi tukar informasi dan ide-ide bukan ekspresi kebencian. Apalagi menilai info yang dibahas di luar konteks terkait Gibran,” tulis Jimly lewat akun X, Senin, 12 Oktober 2026.


Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi itu juga menyayangkan perilaku warganet Indonesia yang dinilainya kerap kasar dan brutal dalam berinteraksi di media sosial.

“Kasihan netizen kita dikenal luas paling kasar dan brutal di dunia,” ujarnya.

Jimly menyarankan masyarakat tidak menghabiskan energi untuk menyebarkan kebencian di media sosial hanya karena tidak menyukai suatu keputusan atau tokoh tertentu. 
Menurutnya, pengguna media sosial lebih baik berhenti mengikuti akun yang tidak disukai daripada melontarkan komentar kasar yang justru memperkeruh suasana.

“Saran saya lebih baik ‘unfollow’ saja akun yang Anda tidak suka, daripada harus diblok,” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya