Berita

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Foto: istimewa)

Politik

RI Didorong Pimpin Penanganan Kabut Asap Karhutla di ASEAN

MINGGU, 11 OKTOBER 2026 | 08:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan yang semakin meluas disorot Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus Anggota DPR RI, Muhammad Kholid.

Ia mendorong agar penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pada perlindungan warga secepat mungkin. Ia juga mendorong Indonesia tampil memimpin di ASEAN karena asap kini sudah menjadi persoalan kawasan.

“Kabut asap telah mengganggu kesehatan, pendidikan, kegiatan ekonomi, dan hubungan dengan negara tetangga. Penanganan harus segera dipercepat,” ujar Kholid dikutip Minggu, 11 Oktober 2026.


Dis sisi lain Kholid juga mengapresiasi kerja satuan tugas (satgas) di lapangan. Namun, ia menilai sumber api dan dampak asap sering berada di wilayah yang berbeda sehingga perlindungan warga tidak bisa diserahkan kepada masing-masing daerah.

“Perlindungan warga, terutama ibu hamil, anak-anak, serta sekolah, pekerja, dan layanan kesehatan dapat menjadi bagian dari komando penanganan yang sudah berjalan. Selain itu, sumber kebakaran harus dibuka secara transparan dan setiap pelaku ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Asap dari Indonesia kini juga dirasakan negara tetangga. Diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah berkomunikasi langsung dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan menyatakan kesediaan untuk mengambil langkah yang diperlukan.

“Kami mengapresiasi respons cepat Presiden. Momentum ini perlu dijawab dengan kepemimpinan Indonesia di kawasan, bukan sikap defensif,” ujar Kholid.

Kholid mengingatkan bahwa Indonesia telah meratifikasi ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) dan menjadi tuan rumah pusat koordinasi ASEAN untuk penanganan asap lintas batas. Posisi ini memberi Indonesia ruang untuk memimpin, bukan sekadar merespons desakan negara lain.

“Indonesia harus mengambil inisiatif dalam pertemuan negara-negara ASEAN dan menjadikan pusat koordinasi tersebut sebagai simpul kerja sama penanganan asap di kawasan,” sambungnya.

Kepemimpinan di kawasan juga harus dimulai dari dalam negeri melalui penanganan yang terbuka dan perlindungan warga yang nyata.

“Kerja sama ASEAN patut digunakan untuk mempercepat penanganan, tetapi tanggung jawab utama tetap berada pada pemerintah Indonesia,” pungkas legislator Daerah Pemilihan Jawa Barat VI tersebut.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya