Berita

Ilustrasi

Pemerintahan

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

SABTU, 10 OKTOBER 2026 | 19:30 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah berencana mulai memungut cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) pada semester II/2027.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama mengatakan target penerimaan dari cukai MBDK dibidik mencapai Rp1,7 triliun. Rencana tersebut masih menunggu penyelesaian aturan teknis yang saat ini tengah disiapkan pemerintah.

“Memang pungutan cukai untuk MBDK ada di APBN 2026 dan besarannya sekitar Rp1,7 triliun. Kita sedang melengkapi aturan-aturannya dan mudah-mudahan bisa diterapkan di semester II/2027,” kata Djaka dalam konferensi pers APBN KiTa, di Jakarta, dikutip Sabtu, 10 Oktober 2026.


Menurut Djaka, pemerintah juga belum menetapkan besaran tarif maupun skema pengenaan cukai berdasarkan kandungan gula dalam minuman kemasan.

Bea Cukai, kata Djaka saat ini masih membahas mekanisme pemungutan tersebut bersama Direktorat Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal (DJSEF).

“Tarifnya mungkin kita dengan DJSEF masih membicarakan berapa besarannya, sehingga belum tahu berapa besaran kandungan gulanya yang akan dipungut (cukai). Tapi targetnya sudah ada, sekitar Rp1,7 triliun,” ujarnya.

Dalam APBN 2027, pemerintah menargetkan penerimaan cukai dari empat jenis barang kena cukai (BKC), yakni hasil tembakau atau rokok, minuman yang mengandung etil alkohol (MMEA), etil alkohol atau etanol, serta MBDK.

Namun, target penerimaan untuk masing-masing jenis barang kena cukai tersebut belum dirinci secara terpisah.

Rencana pengenaan cukai MBDK bukan wacana baru. Pemerintah telah menggulirkan rencana tersebut sejak 2020, sementara target penerimaannya rutin dicantumkan dalam perencanaan anggaran bersama DPR sejak 2022.

Meski demikian, implementasi cukai MBDK belum terealisasi hingga saat ini lantaran aturan teknis pemungutannya belum diterbitkan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya