Berita

Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy (kiri) bersama CEO The Climate Group, Helen Clarkson (tengah), dan Executive Chairperson Indonesia Energy Transition Implementation Joint Office (Rumah PATEN), Edo Mahendra (kanan) berfoto bersama setelah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Riset dan Anailisis Permintaan Listrik Hijau di Indonesia antara PLN dan The Climate Group dalam acara Indonesia International Sustainability Forum 2026 di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Energi

PLN dan The Climate Group Teken MoU Kembangkan Produk Energi Hijau

SABTU, 10 OKTOBER 2026 | 02:52 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT PLN (Persero) terus memperkuat pengembangan produk energi hijau lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan The Climate Group (RE100) yang berlangsung dalam agenda Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026. 

Langkah kolaboratif ini dilakukan guna mendukung investasi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan dunia usaha terhadap energi berkelanjutan yang andal dan transparan. 

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan bahwa posisi strategis Indonesia dan besarnya potensi sumber daya domestik menjadi modal untuk menarik investasi hijau. Menurutnya, kekayaan sumber energi terbarukan tersebut menjadi keunggulan Indonesia dalam membangun ekosistem energi berkelanjutan sekaligus membuka peluang investasi yang semakin luas.


“Kami adalah bangsa yang cinta damai, yang menarik investor dan sahabat dari berbagai penjuru dunia. Indonesia diberkahi geothermal. Indonesia diberkahi sinar matahari, sumber daya air, tenaga hidro. Kita memiliki banyak sumber energi yang merupakan bagian dari sektor berkelanjutan,” ujar Hashim dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2026.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, potensi energi terbarukan Indonesia menjadi modal penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi. Menurutnya, kolaborasi PLN dan The Climate Group menjadi langkah strategis dalam mendorong pengembangan produk energi ramah lingkungan sekaligus mengakomodir kebutuhan energi terbarukan perusahaan global dengan solusi energi hijau yang dikembangkan PLN.

“PLN tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga membangun ekosistem energi yang mampu menjawab kebutuhan investasi dan pertumbuhan industri. MoU dengan The Climate Group menjadi bagian dari upaya strategis untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan global terhadap energi terbarukan dengan pengembangan solusi energi hijau di Indonesia. Melalui penyediaan energi yang andal, berkualitas, dan semakin hijau, PLN ingin mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ucap Darmawan.

Darmawan menambahkan, kolaborasi ini juga didasari oleh kebutuhan energi hijau di Indonesia yang terus meningkat. Pada 2025, jumlah pelanggan REC PLN mencapai 18.715 pelanggan dengan volume energi 6,43 TWh, meningkat dari 7.354 pelanggan dengan volume 5,38 TWh pada 2024. Permintaan tersebut antara lain berasal dari sektor pertambangan, manufaktur, kimia, pulp dan kertas, makanan, serta data center.

“Selain membutuhkan listrik yang andal, dunia usaha kini membutuhkan listrik yang semakin hijau, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara global. Kami ingin memastikan bahwa setiap kebutuhan energi hijau dari industri dapat kita jawab dengan solusi yang kredibel, sekaligus mengoptimalkan kekayaan energi terbarukan Indonesia guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Darmawan.

Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy mengatakan, sebagai organisasi internasional yang mendorong penggunaan energi terbarukan dan menaungi lebih dari 400 perusahaan global melalui inisiatif RE100, kolaborasi bersama The Climate Group tentunya akan semakin memperkuat ekosistem energi hijau nasional sekaligus mendukung kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.

“Melalui kemitraan kami dengan The Climate Group, kami bertujuan untuk memperkuat hubungan antara permintaan energi hijau yang terus tumbuh dan pengembangan solusi energi terbarukan di Indonesia, serta membuka peluang investasi baru,” ujar Rozy.

Rozy melanjutkan, selain mencakup identifikasi kebutuhan energi terbarukan dari anggota RE100 yang telah beroperasi maupun berencana berinvestasi di Indonesia, melalui MoU ini, kedua pihak juga akan mengembangkan produk energi hijau lewat berbagai inisiatif.

”Kami akan mengembangkan produk energi hijau melalui studi, asistensi teknis, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Kolaborasi ini juga mencakup kajian penerapan Nilai Ekonomi Karbon (NEK), peningkatan transparansi dan kredibilitas perhitungan emisi dalam transaksi Renewable Energy Certificate (REC), serta riset kebijakan ketenagalistrikan,” kata Rozy.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) The Climate Group, Helen Clarkson mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan utama di bidang energi terbarukan. Namun, optimalisasi potensi tersebut membutuhkan investasi bisnis untuk mengembangkan proyek energi bersih sekaligus memastikan ketersediaan listrik terbarukan yang andal dan terjangkau.

“Indonesia memiliki semua potensi untuk menjadi kekuatan besar di bidang energi terbarukan, namun untuk mengoptimalkan potensi tersebut diperlukan investasi bisnis yang besar pada proyek-proyek energi bersih baru. Kami sangat antusias bekerja sama dengan para anggota kami dan PLN untuk membantu mewujudkan ketahanan energi, daya saing, serta pertumbuhan ekonomi yang dapat dihadirkan oleh energi terbarukan bagi Indonesia,” pungkas Helen.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya