Berita

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa sekaligus Wakil Ketua Umum PB IPSI, Muchamad Nabil Haroen atau Gus Nabil, bertemu Konsul Jenderal RI di Hong Kong, Andi Ardiansyah, Jumat 2 Oktober 2026 (Foto: Istimewa)

Olahraga

Tak Cukup Jadi Budaya, Pencak Silat Didorong jadi Olahraga Dunia

SABTU, 03 OKTOBER 2026 | 11:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Upaya membawa pencak silat ke pentas olahraga dunia kembali diperkuat. Salah satunya melalui inisiasi pembentukan Federasi Pencak Silat Hong Kong sebagai bagian dari ekosistem global menuju Olimpiade.

Gagasan tersebut dibahas Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa sekaligus Wakil Ketua Umum PB IPSI, Muchamad Nabil Haroen atau Gus Nabil, saat bertemu Konsul Jenderal RI di Hong Kong, Andi Ardiansyah, Jumat 2 Oktober 2026.

Pertemuan di Kantor KJRI Hong Kong itu turut membahas pembinaan Pekerja Migran Indonesia (PMI), diplomasi budaya, pelibatan masyarakat lokal, serta visi Pencak Silat Road to Olympics.


“Langkah strategis kita berikutnya adalah mentransformasi apresiasi budaya ini menjadi institusionalisasi olahraga, yaitu dengan menginisiasi pembentukan Federasi Pencak Silat Hong Kong serta melatih warga lokal,” kata Gus Nabil, dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 3 Oktober 2026.

“Ini adalah bagian terintegrasi dari peta jalan global PB IPSI menuju Pencak Silat Road to Olympics,” sambungnya.

Menurut Gus Nabil, internasionalisasi pencak silat tidak cukup hanya dengan membangun komunitas yang beranggotakan orang Indonesia. Masyarakat lokal juga perlu dilibatkan hingga menjadi praktisi, pelatih, atlet, dan pengurus organisasi.

“Kita ingin bukan hanya orang Indonesia yang berlatih pencak silat di luar negeri. Kita ingin warga lokal ikut belajar, menjadi pelatih, menjadi atlet, dan pada akhirnya ikut membangun organisasinya,” ujarnya.

Ia menegaskan, perjalanan menuju Olimpiade membutuhkan ekosistem yang lebih luas, bukan sekadar kegiatan atau pertunjukan.

“Kalau ingin menuju Olimpiade, ekosistem globalnya harus kita bangun. Tidak cukup menggelar acara. Harus ada organisasi, pelatih, atlet, kompetisi, dan regenerasi di berbagai negara,” katanya.

Di Hong Kong, Pagar Nusa telah memiliki PCI yang menaungi dua Pengurus Anak Cabang (PAC). Kegiatan latihan rutin digelar pada hari libur kerja, antara lain di Victoria Park dan dua lokasi lainnya. Mayoritas kader merupakan PMI.

“Kehadiran Pagar Nusa dan IPSI di Hong Kong bukan sekadar wadah pembinaan karakter bagi sahabat-sahabat Pekerja Migran Indonesia di hari libur mereka, melainkan instrumen aktif soft-power diplomacy Indonesia di panggung internasional,” ujar Gus Nabil.

Peran tersebut juga terlihat dari keterlibatan Pagar Nusa dalam Hong Kong Flower Show di Victoria Park selama tiga tahun berturut-turut. Seni Wiraloka, Koreografi Salam Pagar Nusa, dan jurus gabungan dengan iringan musik Nusantara menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya Indonesia.


KJRI Hong Kong Dukung Langkah Pencak Silat

“KJRI Hong Kong memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi dan peran aktif Pagar Nusa sebagai mitra perwakilan RI. Pagar Nusa tidak hanya menjadi pilar penting dalam pembinaan keanggotaan dan pengayoman kawan-kawan Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar tetap tertib dan berkegiatan positif, tetapi juga menjadi etalase diplomasi budaya Indonesia di Hong Kong,” kata Andi.

“Dukungan konsisten Pagar Nusa dalam berbagai agenda bergengsi, khususnya Hong Kong Flower Show selama tiga kali berturut-turut—telah memperkuat pencitraan positif bangsa di mata publik internasional dan otoritas lokal,” ujarnya.

“KJRI Hong Kong berkomitmen penuh untuk memfasilitasi dan mengawal langkah-langkah PB IPSI dan PP Pagar Nusa, dalam inisiasi pembentukan Federasi Pencak Silat Hong Kong serta dalam menyukseskan visi besar Pencak Silat Road to Olympics,” lanjut Andi.

Pertemuan pada 2 Oktober juga bertepatan dengan Hari Batik Nasional. Gus Nabil menyerahkan kain batik khas Solo kepada Andi Ardiansyah, disertai plakat Pagar Nusa sebagai cenderamata.

“Pada Hari Batik Nasional, kita menyerahkan batik di Hong Kong sekaligus berbicara tentang masa depan pencak silat dunia,” kata Gus Nabil.

“Batik dan pencak silat adalah kekayaan bangsa. Keduanya memiliki bahasa universal yang bisa menjadi jembatan Indonesia dengan masyarakat dunia,” sambungnya.

Agenda internasionalisasi pencak silat ini sebelumnya juga dibawa Gus Nabil dan jajaran Pagar Nusa ke Taiwan. Pendekatan yang didorong sama, yakni memperluas keterlibatan masyarakat lokal dan mendorong lahirnya figur lokal dalam penguatan kelembagaan pencak silat.

Komunikasi dengan PCI Pagar Nusa Hong Kong dan KJRI Hong Kong akan dilanjutkan untuk mengembangkan pencak silat sekaligus menjajaki pembentukan federasi.

“Pencak silat lahir dari Indonesia. Tetapi kalau kita ingin ia menjadi olahraga dunia, kita harus membuat semakin banyak masyarakat dunia berlatih, bertanding dan membangun pencak silat di tempat mereka sendiri,” pungkas Gus Nabil.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya