Berita

Regu mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), keluar sebagai pemenang Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu Perguruan Tinggi se-Indonesia ke-VI Tahun 2026, yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Kamis malam, 24 September 2026. (Foto: Humas Bawaslu)

Politik

Bawaslu Harap Jebolan Debat ke-6 Hukum Pemilu Perkuat Literasi Publik

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2026 | 20:49 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kompetisi debat antarkampus terkait penegakan hukum pemilihan umum (pemilu), telah diselesaikan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Kamis malam, 24 September 2026.

Final Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu Perguruan Tinggi se-Indonesia ke-VI Tahun 2026 ini menampilkan pertarungan dua kampus, yakni Universitas Indonesia (UI) dengan Universitas Diponegoro (Undip).

Anggota Bawaslu RI, Puadi menjelaskan, perdebatan kedua kampus tersebut berlangsung sengit, mengingat mosi yang diangkat terkait masa jabatan anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota diperpanjang untuk masa transisi model keserentakan Pemilu nasional dan Pemilu lokal.


"Tentunya di antara kedua (kampus), baik Undip maupun UI, ini dua perguruan tinggi yang menurut kami penilaian juri luar biasa sekali. Dan dua-duanya bagus," ujar Puadi.

Setelah melalui babak demi babak dalam final, Puadi mengatakan bahwa Undip keluar sebagai pemenang karena mendapat skor unggul daripada UI, yaitu 6 banding 3 dari yang diberikan dewan juri.

"Kami bangga pada dua finalis debat ini, sehingga bukan persoalan pro dan kontra, tetapi bagaimana di dua final ini mereka dua-duanya memproduksi gagasan-gagasan," tutur Puadi.

Sebagai contoh, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu RI itu menyebutkan mosi yang diangkat dalam debat final antara UI dan Undip.

"Kaitannya dengan penerapan keadilan tindak pidana pemilu, yang mereka basisnya adalah menguji kepastian hukum, menguji keadilan hukum yang merupakan cabang dari ilmu sosial dan sosiologi yang dikaitkan dengan pelanggaran politik uang," urainya.

Oleh karena itu, Puadi mengharapkan gagasan-gagasan yang disampaikan mahasiswa dalam debat final penegakan hukum pemilu ke-6 itu dapat menjadi perbaikan tata kelola dan kinerja Bawaslu ke depan.

"Kami berharap ada mosi-mosi yang kemudian apabila selama kami menjalankan tugas, baik kegamangan atau kegalauan yang selama ini dalam menjalankan tugas itu, mereka (mahasiswa) melakukan sosialisasi, menambah literasi pengetahuan untuk bisa disosialisasikan di kalangan civitas akademik seluruh Indonesia," tambahnya.

Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja menambahkan, kompetisi debat hukum tidak semata-mata berbicara mengenai menang atau kalah. Sebab, kata dia, hal yang lebih penting adalah kemampuan peserta membangun argumentasi berdasarkan dasar hukum serta mempertahankan pendapatnya secara etis.

“Yang penting dalam hukum adalah bukan menang kalah. Namun anda punya dasar hukum dan punya argumentasi hukum,” ucapnya.

Bagja menyebut perbedaan pandangan dalam kompetisi justru menjadi bagian penting dalam proses hukum. Karena itu, ia menilai etika dalam debat perlu berjalan beriringan dengan argumentasi hukum yang dibangun peserta. Ia berharap tradisi perdebatan semacam ini dapat terus tumbuh dalam pembahasan dan pengembangan hukum Pemilu.

Bagja juga mengaitkan kompetisi debat dengan kebutuhan membangun sistem Pemilu yang memberikan kepastian dalam proses. Menurutnya, pembahasan mengenai desain Pemilu ke depan membutuhkan argumentasi yang kuat, termasuk mengenai keserentakan Pemilu nasional dan Pemilu lokal.

“Penyelenggaraan Pemilu harus ada batasnya, harus juga ikut dalam adagium Pemilu, yaitu predictable in process, unpredictable in result,” demikian Bagja menambahkan.

Dalam debat tahun ini, terdapat 409 regu yang didalamnya masing-masing berisi 3 mahasiswa yang mengikuti tahapan seleksi sejak awal, sehingga total ada 1.227 mahasiswa yang menjadi peserta debat, dari berbagai kampus se-Indonesia.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya