Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto: UN)

Dunia

Prancis Kirim Pasukan ke Arab Saudi untuk Lindungi Pelabuhan Yanbu

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2026 | 17:47 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Prancis akan mengirim pasukan dan sistem pertahanan ke Arab Saudi untuk membantu melindungi Pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah, yang menjadi salah satu simpul penting dalam jalur transportasi energi negara tersebut.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pengerahan tersebut dilakukan setelah fasilitas strategis Yanbu menghadapi ancaman serangan kelompok Houthi dari Yaman.

"Kami akan mengirim sumber daya militer, yaitu tentara, sistem radar dan sistem pertahanan, untuk melindungi situs ini, bukan untuk membuat kami terlibat dalam konflik apa pun, tetapi untuk melindungi situs ini," kata Macron dalam wawancara dengan TF1 dan France 24, dikutip Jumat, 25 September 2026.


Yanbu merupakan terminal utama ekspor minyak mentah Arab Saudi melalui Laut Merah. 

Pelabuhan tersebut terhubung dengan wilayah penghasil minyak di pesisir Teluk melalui East-West Pipeline atau Petroline, sekaligus memiliki fasilitas penyimpanan dan pengolahan minyak.

Ancaman terhadap Yanbu turut meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran ekspor energi Saudi. Dalam beberapa waktu terakhir, harga minyak mentah melonjak setelah jalur alternatif ekspor melalui Yanbu menjadi sasaran serangan rudal Houthi.

Pada Kamis, 24 September 2026, koalisi pimpinan Saudi juga menyatakan telah mencegat enam rudal balistik yang menargetkan Taif dan Yanbu. 

Houthi secara terpisah mengklaim melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi, termasuk fasilitas perusahaan minyak negara Aramco di Yanbu.

Macron menegaskan pengerahan militer Prancis tersebut ditujukan untuk melindungi fasilitas strategis, bukan membawa Prancis masuk ke dalam konflik. 

Di saat yang sama, pemerintah Prancis tengah menghadapi tekanan domestik akibat tingginya harga energi dan berupaya memastikan pasokan minyak serta gas tetap aman menjelang musim dingin.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya