Berita

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah. (Foto: RMOL)

Politik

Banggar DPR: Pendidikan Gratis Butuh Anggaran Rp302 Triliun

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2026 | 14:29 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Program pendidikan gratis dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto diperkirakan memiliki kebutuhan anggaran sekitar Rp302 triliun.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengatakan, kebutuhan tersebut mencakup untuk pendidikan jenjang SD hingga perguruan tinggi.

"Kalau SD, SMP, SMA secara keseluruhan sekitar Rp210 triliun, kemudian perguruan tinggi Rp92 triliun. Artinya hampir Rp302 triliun," kata Said dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Jakarta dikutip Jumat, 25 September 2026.


Meski demikian, Said menegaskan pelaksanaan pendidikan gratis tidak akan langsung diterapkan secara menyeluruh. Banggar DPR, katanya, akan lebih dulu menyiapkan sekitar Rp5 triliun untuk menjalankan pilot project.

Tahap awal tersebut diprioritaskan bagi jenjang SD dan SMP, dengan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) menjadi sasaran yang direkomendasikan.

"Yang Rp5 triliun khusus pilot project. Rekomendasi Banggar, prioritasnya di daerah 3T," tutur politikus PDI Perjuangan itu.

Menurut Said, pilot project diperlukan untuk memetakan kebutuhan anggaran sekaligus menyiapkan tata kelola program sebelum pendidikan gratis diperluas ke jenjang SMA hingga perguruan tinggi.

Ia menargetkan pelaksanaan pendidikan gratis secara lebih luas dapat mulai direalisasikan pada 2028. Namun, cakupannya tetap akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran negara.

"Di 2028, insya Allah akan menjadi kenyataan. Tetapi sekolah gratis ini idealnya bertahap," ujarnya.

Said memperkirakan pada tahap awal pemerintah dapat memberikan sekitar 60 hingga 75 persen penerima manfaat pada 2028. Selanjutnya, cakupan program dapat diperluas hingga 100 persen pada tahun berikutnya.

Selain besarnya kebutuhan anggaran, Said mengingatkan pemerintah untuk memperhitungkan perubahan kebijakan dalam pengelolaan tenaga pendidik. Salah satunya terkait rencana penarikan guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ke pemerintah pusat yang akan berdampak terhadap pola penyusunan APBN.

Sementara untuk pendidikan tinggi, skema kuliah gratis masih perlu dikaji lebih lanjut, termasuk kemungkinan memanfaatkan atau memperluas program Kartu Indonesia Pintar (KIP).

"Jadi tidak serta-merta diputuskan. Kita ingin tahu dulu tata kelolanya seperti apa," katanya.

Ia menjelaskan, angka Rp302 triliun yang dihitung saat ini masih berupa proyeksi awal. Pemerintah dan DPR masih perlu menghitung kebutuhan biaya per siswa serta menentukan cakupan sekolah yang akan masuk dalam program pendidikan gratis.

Perhitungan tersebut juga perlu mempertimbangkan keberadaan sekolah swasta. Sebab, estimasi Rp210 triliun untuk pendidikan dasar dan menengah serta Rp92 triliun untuk perguruan tinggi masih menggambarkan kebutuhan secara keseluruhan.

"Semua sekolah negeri, lalu yang swasta ke depan bagaimana? Itu perlu kajian yang relatif komprehensif," pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya