Berita

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: RMOL)

Politik

Gede Pasek Suardika:

Menggoyang Gibran, Siapkan Suksesi

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2026 | 06:14 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ketua Umum Partai Kebangkitan Nasional (PKN) Gede Pasek Suardika menyoroti polemik hukum dan politik yang menyeret Wapres Gibran Rakabuming Raka, termasuk soal keabsahan syarat pencalonan Pilpres 2024.

Melalui akun Facebook pribadinya yang dikutip Jumat 25 September 2026, Pasek menulis pandangannya dengan judul “Menggoyang Gibran, Siapkan Suksesi”.

Pasek mengatakan, saat proses pencalonan Pilpres 2024, Prabowo Subianto sampai empat kali membujuk Gibran agar mau menjadi cawapresnya dengan harapan elektoral dari nama besar Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).


Namun kini, kata Pasek, setelah Gibran resmi menjadi Wapres lalu diserang balik soal ijasah sampai ke Mahkamah Konstitusi (MK), terkesan tidak mendapat perhatian serius dari kubu Prabowo.

"Seharusnya tim pemenangan Prabowo-Gibran totalitas ikut "berperang" melawan serangan ini. Bukan malah jadi penonton dan menikmati kekuasaan sambil membiarkan pencalonan Wapres dibiarkan diobok-obok," kata Pasek. 

Lebih jauh, Pasek mengibaratkan kekuasaan sebagai “kue” yang dinikmati setelah proses panjang untuk mendapatkannya. Ia menilai kesetiaan dan solidaritas politik sering kali berubah ketika kekuasaan sudah berada di tangan.

“Ketika kue sudah tersaji, lupa bagaimana bahan-bahan itu dikumpulkan dan dimasak bersama untuk dinikmati,” tulis Pasek.

Bahkan, kata Pasek, manuver tebar pesona telah diproduksi para calon pengganti dengan berbagai kemasan. Opini penjatuhan Wapres terus diproduksi tetapi perlawanan tidak berjalan secara maksimal. 

"Kalau mau dilihat secara kasat mata sebenarnya sangat terlihat dari kutub mana permainan ini dijalankan," kata Pasek.

Meski demikian, dalam tulisannya Pasek tidak menyebut secara terbuka siapa pihak yang dimaksud sebagai calon pengganti Gibran maupun siapa yang menurutnya berada di balik manuver tersebut. 

Ia hanya menyebut bahwa jika latar belakang para tokoh yang bergerak dalam isu tersebut ditelusuri, menurutnya akan terlihat dari mana permainan politik itu berasal.

"Kalau saya sih hafal," pungkas Pasek.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya