Berita

Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia. (Foto: @INABadminton)

Publika

Bulutangkis Putra Bukan Kaleng-kaleng

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2026 | 02:12 WIB

SEMPAT pindah channel, tak kuat nontonnya. Awalnya tertinggal 0-2, udah di ujung tanduk. Eh...malah comeback, dan akhirnya China keok, 3-2. Bulutangkis putra penyumbang emas pertama kontingen Indonesia di Asian Games. 

Setelah 28 tahun menunggu, Indonesia akhirnya merebut emas beregu putra Asian Games. Caranya bukan kaleng-kaleng. Bukan menang santai sambil ngopi. Indonesia sempat masuk jurang 0-2 melawan China, lalu bangkit dan membalikkan keadaan.

Drama dimulai ketika Jonatan Christie, sang peringkat satu dunia, justru tumbang. Fajar dan Fikri kemudian ikut tergelincir. 0-2. Waduh! Harapan Indonesia sudah seperti proposal yang dilempar ke meja birokrasi, menunggu nasib.


China tinggal membutuhkan satu kemenangan. Sebagian penonton mungkin sudah mulai pasrah. Saya sendiri sudah pindah channel. Dalam hati, tidak ada lagi harapan. Tapi, penasaran. 

Tetapi Indonesia rupanya belum membaca naskah kekalahan. Alwi Farhan muncul. Pemuda ini menghadapi Li Shifeng dan bertarung tiga set. 

Keringat bercucuran, napas berat, tetapi tangan tidak gemetar. Alwi menang. Indonesia hidup lagi. Nonton semangat lagi. Kopi tambah segelas lagi. Tapi, jantung deg-degan.

Kemudian Leo dan Daniel masuk. He Jiting/Liu Yi mereka libas 23-21, 21-10. Skor 2-2. China mulai serius. Indonesia juga sudah tidak bisa diajak bercanda. 

Pertandingan terakhir diserahkan kepada anak 19 tahun dari Sampang, Madura: Mohammad Zaki Ubaidillah alias Ubed. 

Ini anak belum cukup umur untuk punya koleksi kenangan panjang tentang kejayaan Indonesia pada 1998, tetapi malam itu justru dia diminta mengembalikan kejayaan tersebut.

Set pertama? Tertinggal 16-20. Empat angka lagi! Kalau ini proyek pemerintah, mungkin sudah ada yang bilang, “Kita evaluasi dulu.” Kalau ini rapat politik, mungkin sudah dibentuk panitia khusus. Tetapi Ubed bukan politisi.

Dia tidak rapat. Dia tidak bikin konferensi pers. Dia main! Ubed bangkit. Set berikutnya dimenangkan 21-13. Lalu pertarungan terakhir berlangsung seperti film laga. Setiap pukulan membuat jutaan rakyat menahan napas.

Sampai akhirnya smash silang terakhir jatuh. Selesai! Indonesia menang. 28 tahun menunggu akhirnya lunas.

Di rumah-rumah, warung kopi, pos ronda, kampus, kantor, sampai grup WA, orang-orang mendadak menjadi komentator profesional. 

Yang biasanya ribut soal politik, malam itu kompak berteriak. “Indonesia…!” Begitulah bulutangkis. Kadang raket lebih berhasil menyatukan bangsa dari pidato pejabat. 

Berdasarkan pembaruan klasemen Kamis, 24 September 2026 malam WIB, Indonesia berada di peringkat ke-16 dengan 1 emas, 4 perak, dan 15 perunggu, total 20 medali.

Presiden Prabowo Subianto telah menjanjikan bonus Rp3 miliar bagi peraih emas Asian Games 2026. 

Namun jangan buru-buru menghitung enam pemain ini masing-masing dapat Rp3 miliar. Skema Rp3 miliar disebut untuk emas nomor perorangan. Sedangkan nomor ganda dan beregu dihitung tersendiri dan nominalnya belum diumumkan.

Tetapi malam ini, rupiah boleh dihitung belakangan. Sebab yang baru saja mereka menangkan jauh lebih mahal, kebanggaan.

Ketika sebagian elite sibuk menghitung kursi, kekuasaan, anggaran, dan siapa dapat apa, anak-anak muda ini menunjukkan cara paling sederhana membela nama bangsa: masuk lapangan, berkeringat, lalu menang.

Ubed tidak membawa proposal. Dia membawa raket. Tidak membawa janji. Dia membawa keberanian. Akhirnya, setelah 28 tahun, emas itu pulang.

Indonesia tertinggal 0-2, tetapi tidak menyerah. Ternyata bangsa ini masih punya satu penyakit belum berhasil disembuhkan oleh politik, keras kepala untuk bangkit. Akhirnya, ada juga yang dibanggakan dari negeri MBG ini.

Rosadi Jamani 
Mantan wartawan

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya