Berita

Tenaga Ahli BAKOM RI, Fithra Faisal. (Foto: tangkapan layar)

Politik

Bakom Soroti Capaian Pemerintahan Prabowo-Gibran Perkuat Optimisme Ekonomi Nasional

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026 | 20:50 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Transformasi struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai bergeser ke arah yang lebih solid, di mana sektor investasi kini makin dominan menopang perekonomian nasional di samping konsumsi rumah tangga.

Hal tersebut ditegaskan Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Fithra Faisal merespons ketahanan fondasi ekonomi nasional di tengah dinamika global jelang dua tahun masa pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Fithra mengungkapkan, meski konsumsi masih berada di kisaran 5 persen, masuknya arus investasi menjadi penggerak baru yang memperkuat daya tahan ekonomi.


“Dari sisi consumption driven, konsumsi kita masih 5 persenan. Tapi sudah mulai ditopang oleh pergerakan dari sisi investasi. Maka kita bisa melihat di situ ada transformasi,” kata Fithra dalam sebuah dialog di stasiun televisi swasta dikutip Kamis, 24 September 2026.

Pertumbuhan investasi yang konsisten positif sejak kuartal IV-2025 hingga kuartal II-2026 menjadi indikator kuat perubahan struktur tersebut. Komitmen investasi dari negara-negara kunci seperti Jepang, Jerman, Prancis, Rusia, hingga China diyakini membuka ruang besar bagi industri berbasis nilai tambah (value-added).

Di sisi lain, Fithra memastikan pemerintah menjaga akuntabilitas fiskal agar penerimaan negara langsung dirasakan publik lewat program-program prioritas.

“Uang pajak yang dikumpulkan masyarakat akan kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Pandangan senada disampaikan Pakar Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Prof Telisa Falianty. Ia mengapresiasi kemampuan pemerintah menjaga stabilitas makro dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen dan inflasi yang terkendali di level 3 persen.

“Secara makro kita bisa menjaga stabilitas ekonomi minimal di 5 persen. Kita cukup apresiasi pemerintah bisa menjaga itu, bahkan lebih dari 5 persen,” terang Telisa.

Ia membeberkan, indikator kesejahteraan juga menunjukkan tren positif. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan hingga angka 4,65 persen, disusul penurunan angka kemiskinan dan membaiknya ketimpangan pendapatan.

Meski demikian, Telisa mengingatkan agar pemerintah terus mengawal implementasi kebijakan di lapangan agar memberikan dampak ganda (multiplier effect) yang nyata bagi masyarakat bawah.

Fithra menyimpulkan, prioritas pembangunan ke depan akan difokuskan pada percepatan transformasi ekonomi dan perluasan kesempatan kerja formal demi memastikan pertumbuhan yang inklusif.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya