Berita

Sekjen PSI Raja Juli Antoni (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

PSI Siap Hadapi Berapa Pun Besaran Parliamentary Threshold

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026 | 20:37 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan siap menghadapi berapa pun besaran parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen yang nantinya disepakati dalam pembahasan RUU Pemilu.

Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni mengatakan partainya tidak memiliki kursi di DPR, sehingga apa pun keputusan parlemen terkait besaran PT akan diterima dan dihadapi PSI. 

Dia juga menyebut PSI telah memiliki pengalaman mengikuti dua kali pemilu.


“Apa pun yang diputuskan oleh parlemen, PSI insyaallah siap ya. Apalagi insyaallah dengan pengalaman dua kali pemilu, sekarang ada Mas Kaesang sebagai Ketua Umum, dan kemudian Pak Jokowi insyaallah juga full meng-endorse PSI, Insyaallah kami tidak ada masalah,” kata Raja Juli di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

Meski demikian, Raja Juli menyoroti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang meminta adanya formulasi lebih tepat agar suara rakyat tidak terbuang. 

Dia mencontohkan penerapan PT 4 persen yang membuat sekitar 16 juta suara tidak memiliki representasi di DPR.

“Kan sudah ada tuh angkanya ya, sekitar 16 juta suara yang kemudian tidak ada representasinya di DPR dengan threshold empat persen. Kalau lima persen kira-kira berapa?” ujarnya.
 
Raja Juli menekankan pentingnya formulasi yang berkeadilan dan demokratis agar suara rakyat tetap terakomodasi dalam sistem pemilu.

“Jadi saya kira formulasi yang berkeadilan dan demokratis saya kira itu menjadi penting. Tapi bagi PSI insyaallah ya, berapa pun kami siap fight di 2029,” tegas Raja Juli.

Dalam pembahasan RUU Pemilu, usulan besaran PT datang dari sejumlah partai politik. Golkar, PKS, PKB, dan Gerindra menyatakan pandangan pada angka 5 persen. 

PDIP juga menyebut angka tersebut ideal, sedangkan NasDem mendorong PT 7 persen. Sementara Demokrat menyoroti potensi suara rakyat yang hangus dan mengusulkan konsep Dapil Nasional (national pool), sedangkan PAN keberatan jika PT dinaikkan lebih dari 4 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya