Berita

Anggota Ombudsman RI, Syafrida Rahmawati Rasahan. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Politik

Ombudsman Tak Bisa Pastikan Ferdy Sambo Gunakan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026 | 20:05 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ombudsman Republik Indonesia belum dapat memastikan apakah nama-nama warga binaan yang beredar di media sosial, termasuk mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, pernah menggunakan fasilitas khusus atau hunian yang ditemukan dalam inspeksi mendadak (sidak) di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Anggota Ombudsman RI, Syafrida Rahmawati Rasahan mengatakan, pihaknya tidak menemukan nama-nama narapidana yang menempati hunian mewah dimaksud, termasuk Ferdy Sambo.

"Apakah nama seperti yang disebutkan Ferdy Sambo. Saya sekali lagi bahwa Ombudsman tidak bisa memastikan karena kami tidak bertemu langsung," kata Syafrida dalam konferensi pers di kantor Ombudsman, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 24 September 2026.


Syafrida menjelaskan, saat melakukan sidak, tim Ombudsman hanya bertemu dan mewawancarai satu warga binaan. Karena itu, Ombudsman tidak dapat memastikan apakah nama-nama yang beredar, termasuk Ferdy Sambo benar berada di Lapas Cibinong ataupun pernah menggunakan fasilitas yang ditemukan.

"Tapi apakah mereka benar ada di sana mungkin teman-teman bisa konfirmasi kepada Dirjen Pemasyarakatan nama-nama yang tadi teman-teman sampaikan apakah benar di sana," ujarnya.

Syafrida menegaskan, Ombudsman tidak memperoleh dokumen mengenai daftar warga binaan yang telah dieksekusi oleh kejaksaan dan ditempatkan di Lapas Cibinong.

"Sementara kami tidak bisa memberikan karena kami tidak mendapatkan dokumen siapa saja warga binaan yang sudah dieksekusi maupun yang belum dieksekusi kejaksaan yang berada di Lapas Kelas 2 Cibinong," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Ombudsman memilih tidak berspekulasi mengenai nama-nama yang beredar di media sosial maupun keterkaitannya dengan fasilitas yang ditemukan dalam sidak.

"Jadi sekali lagi kalau terhadap nama-nama yang beredar kami tidak bisa memastikan karena kami memang tidak mendapatkan dokumen salinan data yang dimaksud," tegas Syafrida.

Dia menyarankan media melakukan konfirmasi kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk memastikan status dan lokasi penempatan warga binaan yang namanya beredar.

Syafrida juga menyebut informasi mengenai penempatan narapidana dapat ditelusuri melalui sistem informasi yang tersedia untuk publik.

"Teman-teman bisa melihat sendiri itu bisa dilihat di E-Court di mana mereka akan ditempatkan itu kan merupakan wilayah publish dan kemudian juga di sistem informasi pemasyara," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya