Berita

Ilustrasi

Politik

Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Bisa Dipidana, Kausalitas Kasus Ijazah Jokowi Disorot

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026 | 16:32 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana dalam perkara dugaan pencemaran nama baik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) apabila menggunakan pendekatan teori kausalitas adekuat. 

Dikatakan pengamat kebijakan publik Muhammad Gumarang, polemik keterbukaan dokumen ijazah Jokowi menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan untuk menilai hubungan sebab-akibat dalam perkara tersebut.

"Dalam konteks kasus pencemaran nama baik Jokowi sangat tepat teori adekuat menjadi dasar dalam meminta pertanggungjawaban pidana, apakah kasus tersebut yang berakibat pidana yaitu pencemaran nama baik Jokowi sepadan antara sebab dengan akibatnya, atau tidak sepadan dikarenakan keadaan tidak normal," kata Gumarang kepada wartawan, Kamis 24 September 2026.


Gumarang menyampaikan pandangan tersebut ketika perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa memasuki tahap persidangan dengan agenda dakwaan dan eksepsi. Kedua perkara disidangkan secara terpisah di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, setelah sebelumnya melalui proses praperadilan.

Menurut Gumarang, pertanggungjawaban pidana harus mempertimbangkan unsur objektif berupa perbuatan yang dilarang hukum, unsur subjektif berupa kesengajaan atau kelalaian, serta hubungan kausalitas antara perbuatan dan akibatnya. 

Ia berpendapat teori kausalitas adekuat dapat digunakan untuk menilai apakah akibat yang timbul merupakan konsekuensi yang wajar dan sepadan dari suatu perbuatan.

Dia mengaitkan pendekatan tersebut dengan polemik keterbukaan dokumen ijazah Jokowi yang menjadi dasar tudingan Roy Suryo dan pihak lainnya. 

Gumarang menilai masyarakat memiliki kepentingan untuk mengetahui latar belakang pendidikan pejabat publik, sementara keterbatasan akses terhadap dokumen tersebut dinilainya turut memperpanjang polemik.

"Karena Jokowi merupakan pejabat publik terutama sebagai presiden, wajar rakyatnya ingin tahu pendidikan Jokowi secara terbuka dan hal tersebut dibenarkan menurut aturan, karena beredar isu di publik ijazah Jokowi diduga palsu," tuturnya.

Gumarang juga menyoroti penghentian penyidikan laporan dugaan ijazah palsu berdasarkan hasil pemeriksaan forensik kepolisian. Ia mempertanyakan mengapa laporan tersebut dihentikan, sementara perkara dugaan pencemaran nama baik terhadap Roy Suryo dan Dokter Tifa tetap berlanjut. 

Ia turut menyinggung sengketa keterbukaan informasi di KPU dan putusan Komisi Informasi Publik (KIP) serta PTUN yang menurutnya relevan dengan persoalan akses dokumen ijazah.

Menurutnya, sejumlah keadaan tersebut perlu dipertimbangkan dalam menilai hubungan sebab-akibat perkara pencemaran nama baik. Meski demikian, hasil pemeriksaan forensik yang menyatakan ijazah Jokowi identik dengan ijazah pembanding telah menjadi bagian dari dakwaan jaksa, sementara pembuktian unsur tindak pidana dan pertanggungjawaban masing-masing terdakwa merupakan kewenangan majelis hakim.

"Berdasarkan ajaran kausalitas melalui teori adekuat (Adequaat Theorie), Roy Suryo dan Dokter Tifa tidak bisa dipidana disebabkan hubungan sebab akibatnya abnormal, dikarenakan tidak sepadan atau tidak layak atas akibat yang timbul dari perbuatan atau sebab," demikian Gumarang.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya