Berita

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026 | 14:03 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pembahasan parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen dinilai perlu agar dilakukan secara hati-hati agar penyederhanaan partai tidak mengorbankan suara sah pemilih.

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengatakan partai-partai koalisi pendukung pemerintah masih akan berdiskusi mengenai besaran PT yang akan disepakati. Namun, PAN berpandangan ambang batas tersebut sebaiknya tidak lebih dari 4 persen.

“Apapun keputusan dari kesepakatan partai koalisi pemerintah nantinya, PAN akan ikut,” ujar Viva kepada wartawan, Selasa, 24 September 2026.


Kendati begitu, Viva menegaskan PAN mengusulkan PT tidak lebih dari 4 persen.

“Hal ini bukan berarti PAN takut tak lolos ke Senayan,” tegasnya.

Viva menyebut PAN selalu lolos ke DPR sejak Pemilu 1999 hingga 2024, meski hasil survei menunjukkan elektabilitas partai tersebut berkisar 1,5 hingga 2 persen.

Menurutnya, PT memang menjadi salah satu cara untuk menyederhanakan jumlah partai di parlemen. Namun, penerapannya harus mempertimbangkan potensi hilangnya suara sah pemilih.

Dengan ambang batas 4 persen, kata Viva, sekitar 13 juta suara sah pada Pemilu 2019 tidak dapat dikonversi menjadi kursi. Jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 17,3 juta suara pada Pemilu 2024.

“Bila PT dinaikan di atas 4 persen, pemilu 2029 akan berkecenderungan terjadi disproporsional karena banyak suara sah pemilih tidak bisa dikonversi menjadi kursi sehingga tingkat representasi pemilu menjadi rendah,” kata mantan Presidium MN KAHMI itu.

Viva mengaitkan persoalan tersebut dengan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 116/PUU-XXI/2023 tentang PT yang memberikan perintah konstitusional bersyarat kepada pembentuk undang-undang untuk melakukan perubahan sebelum Pemilu 2029.

Ia mengakui tidak ada angka ideal yang berlaku universal dalam menentukan PT. Setiap negara demokrasi memiliki ketentuan sesuai dengan kesepakatan masing-masing.

Namun, menurutnya, sistem PT harus tetap memperhatikan proporsionalitas dan mencegah terlalu banyak suara sah pemilih yang tidak terkonversi menjadi kursi.

“Prinsip-prinsip dasar ini menjadi bagian penting dalam membangun pemilu yang adil,” tuturnya.

Viva juga mengingatkan agar penyederhanaan partai tidak semata-mata didasarkan pada alasan menciptakan stabilitas politik di DPR. Menurutnya, keberadaan partai di parlemen merupakan bagian dari representasi kepentingan rakyat dan dinamika demokrasi.

“Perdebatan atau dinamika di DPR selama ini telah terjadi dan hal yang demikian menyebabkan proses demokrasi bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya