Berita

Anggota Bawaslu RI sekaligus Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Lolly Suhenty, dalam kegiatan Refleksi dan Transformasi Kehumasan Bawaslu RI, di Big Land Hotel Bogor, Kamis, 24 September 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Bawaslu Targetkan Humas Jadi Jembatan Kepercayaan Publik terhadap Demokrasi

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026 | 12:53 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terus memperkuat keterbukaan informasi publik melalui optimalisasi peran kelembagaan kehumasan. 

Humas Bawaslu ditargetkan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga pembangun kepercayaan publik terhadap demokrasi.

Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, dalam kegiatan Refleksi dan Transformasi Kehumasan Bawaslu RI di Big Land Hotel, Bogor, Kamis 24 September 2026


Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI ini menilai, kerja kehumasan harus melampaui fungsi penyebaran informasi biasa.

> "Yang namanya humas itu bukan hanya bisa menjadi jembatan informasi, tapi juga jembatan kepercayaan publik," ujar Lolly dalam pidato pembukaannya.

Sebagai tolok ukur, Lolly merujuk pada hasil survei lembaga Indikator yang menunjukkan tingkat pengenalan masyarakat terhadap Bawaslu sudah cukup tinggi. Namun, pemahaman terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kelembagaan masih tergolong rendah.

"Survei Indikator misalnya, menyatakan 71 koma sekian persen tahu Bawaslu, tapi hanya 23 persen yang tahu cara melaporkan pelanggaran," urai Lolly.

Dari temuan tersebut, mantan Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat ini memandang perlunya penguatan peran humas secara substansial. Komunikasi yang dibangun harus mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pelaksanaan demokrasi dan kerja-kerja pengawasan pemilu.

"Jadi, humasnya Bawaslu itu targetnya jelas: komunikasi menuju partisipasi," tegasnya.

Untuk mencapai target tersebut, Lolly berpesan kepada seluruh jajaran Bawaslu di semua tingkatan agar tidak hanya mengandalkan akun media sosial resmi kelembagaan. Para pejabat dan jajaran Bawaslu juga didorong memanfaatkan akun pribadi untuk mengedukasi masyarakat terkait kepemiluan.

"Jadi, akun media sosial Bawaslu dengan akun personal kita sebagai pejabat Bawaslu itu nyambung, memperkuat dan menyebarluaskan, bukan sesuatu yang saling menegasikan," pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya