Berita

Gedung Bank Indonesia (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Kredit Perbankan Tumbuh Double Digit, Ini Penopangnya

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026 | 12:31 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada Agustus 2026 mencapai 13,65 persen secara tahunan (yoy). Angka tersebut naik dibanding bulan sebelumnya yang berada di level 13,58 persen (yoy).

Gubernur BI Destry Damayanti merinci penguatan kredit terjadi di berbagai kelompok penggunaan. Kredit investasi menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 25,11 persen (yoy), disusul kredit modal kerja sebesar 11,45 persen (yoy) dan kredit konsumsi 5,07 persen (yoy).

"Intermediasi perbankan kembali meningkat, disertai dengan ketahanan perbankan yang tetap terjaga," ujar Destry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, dikutip Kamis, 24 September 2026.


Menurut Destry, peningkatan intermediasi perbankan tidak terlepas dari kebijakan makroprudensial yang longgar.

“Perkembangan positif intermediasi perbankan didukung oleh kebijakan makroprudensial longgar yang terus ditempuh Bank Indonesia melalui optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM),” tegas Destry.

Hingga minggu pertama September 2026, total insentif KLM yang diperoleh perbankan mencapai Rp461,2 triliun. Angka tersebut terdiri dari alokasi KLM financing channel sebesar Rp338,2 triliun dan KLM Pendalaman Pasar Uang (PPU) Rp123 triliun.

Di sisi lain, minat perbankan dalam menyalurkan kredit atau lending appetite masih terjaga. Kondisi tersebut turut ditopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 10,94 persen (yoy).

Dari sisi ketahanan, kondisi industri perbankan juga masih kuat. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio(CAR) perbankan pada Juli 2026 tercatat tinggi sebesar 23,84 persen.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) secara agregat tetap rendah, yakni 2,10 persen secara bruto dan 0,81 persen secara neto pada Juli 2026.

Adapun rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat stabil di level 23,04 persen pada Agustus 2026.

BI memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap berada dalam kisaran 8-12 persen

“Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan,” tandasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya