Berita

Program “Membatik Bersama 100 Difabel” yang digelar Mandiri Utama Finance (MUF) bersama Yayasan Difabelzone di Pendopo Wiyata Praja, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta (Foto: Istimewa)

Bisnis

100 Difabel Belajar Membatik, Karyanya Dibidik Jadi Peluang Usaha

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026 | 11:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kegiatan membatik bagi penyandang disabilitas di Yogyakarta mulai diarahkan bukan sekadar sebagai pelatihan keterampilan, tetapi sebagai pintu masuk menuju peluang usaha dan kemandirian ekonomi.

Sebanyak 100 penyandang disabilitas dari Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta mengikuti program “Membatik Bersama 100 Difabel” yang digelar Mandiri Utama Finance (MUF) bersama Yayasan Difabelzone di Pendopo Wiyata Praja, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. 

Kegiatan yang dimulai sejak 16 September 2026 ini menjadi bagian dari komitmen MUF dalam mendorong pemberdayaan penyandang disabilitas agar semakin mandiri dan produktif, Selama satu bulan, para peserta mendapat pelatihan, pembinaan, serta dukungan peralatan membatik untuk menghasilkan karya yang memiliki potensi nilai ekonomi. 


Produk yang dihasilkan nantinya direncanakan dipamerkan pada 3 Desember 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas.

Corporate Secretary & Legal Division Head Mandiri Utama Finance, Elisabeth L. Sirait, mengatakan pengembangan keterampilan membatik diharapkan dapat membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk menghasilkan karya sekaligus membangun kemandirian ekonomi.

“MUF percaya bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan menjadi produktif. Melalui program ini, MUF ingin mendukung para penyandang disabilitas dalam mengembangkan keterampilan dan kreativitas membatik sehingga dapat menghasilkan karya bernilai ekonomi serta membuka peluang menuju kemandirian,” ujar Elisabeth dalam keterangan yang dikutip redaksi, Kamis 24 September 2026..

Branch Manager Mandiri Utama Finance Yogyakarta, Sulasno, mengatakan karya yang dihasilkan peserta diharapkan tidak berhenti sebagai hasil pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi produk yang memiliki nilai jual dan membuka peluang usaha.

“Semoga dari kegiatan membatik ini lahir karya-karya yang membanggakan, memiliki nilai ekonomi, serta mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Sulasno.

Program tersebut juga mendapat dukungan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X berharap kegiatan ini dapat melahirkan identitas batik difabel Yogyakarta yang memiliki karakter dan nilai budaya tersendiri.

Kepala Dinas Sosial DIY Suyarno menilai pemberdayaan penyandang disabilitas perlu diarahkan pada pembukaan akses dan kesempatan agar mereka dapat berkarya secara berkelanjutan, bukan hanya melalui pemberian bantuan.

Peserta program berasal dari beragam jenis disabilitas, mulai dari daksa, cerebral palsy, polio, rungu wicara, tunagrahita, tuna laras, low vision hingga autisme.

Melalui pengembangan keterampilan dan hasil karya tersebut, program ini diharapkan ikut membuka ruang bagi tumbuhnya usaha baru sekaligus memperluas ekosistem batik yang inklusif di Yogyakarta.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya