Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: BPMI Setpres)

Politik

Prabowo Gelar Ratas Mitigasi Karhutla, Sejumlah Ahli Bakal Dipanggil

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026 | 11:37 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar rapat terbatas (ratas) terkait mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, ratas digelar untuk membahas langkah mitigasi agar karhutla tidak terus berulang setiap tahun. 

"Hari ini rencana kita mau ratas mitigasi karhutla supaya tidak terus berulang setiap tahun. Semua sektor harus dimitigasi. Sedih kita kalau kejadian yang kita sudah tahu tapi terus berulang," kata Prasetyo dalam pernyataan tertulis, Kamis, 24 September 2026.


Dalam ratas tersebut, sejumlah ahli juga akan dipanggil untuk memberikan masukan. Prasetyo menekankan pentingnya edukasi masyarakat sejak dini karena kebakaran banyak dipicu oleh aktivitas manusia.

"Rapat di Istana. Akan ada beberapa ahli-ahli yang dipanggil. Edukasi penting, karena semua kebakaran berasal dari ulah manusia," ujar Mensesneg.

Prasetyo mengatakan, Presiden Prabowo telah memerintahkan agar masyarakat yang hendak membuka lahan tidak menggunakan cara membakar. 

Pemerintah akan membantu penyediaan alat berat dan menyiapkan anggaran khusus apabila masyarakat membutuhkan.

"Intinya jangan buka lahan dengan bakar-bakar, kerugian kita lebih besar," tegasnya.

Selain itu, pemerintah mendorong materi pencegahan karhutla masuk dalam kurikulum muatan lokal dan pendidikan agama sejak dini. 

"Kemarin sudah kita minta masuk ke kurikulum mulok. Kita minta masuk juga ke pendidikan agama sejak dini. Segala cara harus ditempuh. Selain kita siapkan peralatan yang mumpuni jika terjadi," kata Prasetyo.

Pemerintah juga menyiapkan peralatan pemadam, termasuk pesawat model Beriev dan sekitar 2.000 unit truk pemadam kebakaran.

"Untung tahun lalu kita sudah nekat beli truck pemadam kebakaran sekitar 2.000 unit dan terbukti sekarang banyak dan dibutuhkan," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya