Berita

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti bersama Presiden Prabowo Subianto (Foto: Dokumen Istimewa)

Nusantara

Mendikdasmen: Pendidikan Gratis Mulai dari TK dan Penguatan Guru Masuk Prioritas

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026 | 11:22 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pemerintah Indonesia menunjukkan keseriusannya dalam membenahi sektor pendidikan melalui penerapan skema sekolah gratis, yang dimulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah.

Hal tersebut dipastikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Rabu, 23 September 2026.

“Pak Presiden memberikan penekanan komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di pendidikan dasar dan menengah. Ini [pendidikan gratis] juga dimulai dari taman kanak-kanak. Itu yang perlu kami tekankan,” kata Mu'ti.


Mu'ti melanjutkan, untuk memperkuat layanan pendidikan gratis tersebut, para peserta didik juga akan mendapatkan akses dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi seluruh murid, serta Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

“Dana BOS itu peruntukannya bisa untuk biaya operasional, gaji guru non-ASN, perbaikan ringan, serta untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler,” terangnya.

Selain itu, Mu'ti menjelaskan terkait mekanisme penggajian guru di sekolah negeri. Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan digaji oleh pemerintah pusat, sementara guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada waktunya juga akan dibiayai oleh pusat.

“Guru non-ASN yang mengajar di sekolah negeri dapat dibayar dari dana BOS, dengan persentase maksimal 20 persen dari dana BOS yang bisa dialokasikan untuk operasional gaji guru non-ASN di sekolah negeri,” ucapnya.

Melalui program ini, Mu'ti berharap kualitas pendidikan dapat semakin diperkuat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan dan kualitas guru di Indonesia.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya