Berita

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna (Foto: Dokumen Puspenkum Kejagung)

Hukum

Usut Kasus Korupsi PT PSMI, Kejagung Periksa Mantan Bupati Way Kanan & Pejabat Kemenhut

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026 | 11:06 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) terus menggenjot penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan oleh PT PSMI di areal PT Inhutani V, Provinsi Lampung. 

Dalam dua hari terakhir, sejumlah saksi penting diperiksa secara intensif.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa mantan Bupati Way Kanan, Bustami Zainudin, bersama seorang pejabat berinisial BH dari Kementerian Kehutanan telah diperiksa oleh penyidik pada Selasa, 22 September 2026.


"Pemeriksaan saksi oleh penyidik dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud," kata Anang dalam keterangan resminya, Rabu, 23 September 2026.

Sehari setelahnya, penyidik kembali memeriksa dua orang saksi lainnya, yaitu TA dan K, yang merupakan jajaran dari Kementerian Kehutanan di bawah kepemimpinan Menteri Raja Juli Antoni.

"Proses penyidikan juga dilaksanakan secara profesional, independen, dan akuntabel dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah serta prinsip kehati-hatian," imbuh Anang.

Sebelumnya, Penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung mengambil alih penanganan perkara dugaan korupsi ini dari Kejaksaan Tinggi Lampung. Selama periode 10 September hingga 17 September 2026, penyidik telah menyita uang senilai Rp1,003 triliun dan 166.000 dolar AS dari PT PSMI, serta mengamankan 11 kendaraan.

Berdasarkan konstruksi perkara, kasus ini bermula ketika PT Inhutani V Lampung memperoleh izin usaha pengelolaan kawasan hutan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 398 Tahun 1996 tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri seluas sekitar 55.157 hektare yang berada di dalam kawasan hutan produksi.

Namun, sejak tahun 2007, PT PSMI diduga melakukan pelanggaran hukum dengan mengelola lahan milik PT Inhutani V di Kabupaten Way Kanan. Perusahaan tersebut membuka kawasan hutan dan membangun perkebunan tebu ilegal seluas sekitar 32.375 hektare.

Akibat pelanggaran tersebut, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melakukan audit pada 2013 dan menemukan adanya perbuatan melawan hukum berupa pemanfaatan lahan hutan yang tidak semestinya, yang berujung pada kerugian keuangan negara.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya