Berita

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menunjukkan foto anak-anak yang tewas dalam serangan udara di sebuah sekolah di Minab, Iran selatan di PBB (Unggahan akun X @mb_ghalibaf)

Dunia

Di PBB, Pezeshkian Sebut Iran Korban Terorisme Amerika

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026 | 10:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ancaman Donald Trump untuk menghancurkan Iran mendapat balasan dari Presiden Masoud Pezeshkian di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB di New York, Rabu, 23 September 2026, waktu setempat,, Pezeshkian mengatakan ia mengubah isi pidatonya setelah mendengar pernyataan Trump. 

Ia juga menolak tudingan bahwa Iran merupakan negara teroris dengan menunjukkan foto anak-anak yang tewas dalam serangan udara di sebuah sekolah di Minab, Iran selatan.


“Amerika Serikat menyebut kami sebagai teroris. Kami adalah korban terorisme,” kata Pezeshkian, dikutip Kamis, 24 September 2026.

Dalam pernyataannya, Pezeshkian menuding anak-anak tersebut tewas akibat bom dengan senjata yang digunakan AS dan Israel. Pemerintahan Trump membantah tuduhan tersebut, sementara laporan PBB menyebut AS mungkin melakukan “kejahatan perang” dalam serangan itu.

Pezeshkian mengatakan Iran harus memperkuat diri untuk menghadapi ancaman. “Iran harus kuat agar terhindar dari ancaman, agar masa depannya tidak terancam,” ujarnya. Namun, ia menegaskan kekuatan bukan berarti menutup pintu diplomasi.

“Kami siap untuk dialog, diplomasi, dan negosiasi tanpa menerima bahasa kekerasan,” kata Pezeshkian, sambil menegaskan Iran menganggap teknologi nuklir untuk tujuan damai sebagai haknya dan tidak akan mengembangkan senjata nuklir.

Pernyataan itu muncul ketika AS dan Iran kembali membuka komunikasi melalui mediator. Utusan AS Steve Witkoff mengatakan kedua pihak telah melakukan pembicaraan panjang, sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut dimulainya kembali komunikasi tersebut sebagai perkembangan penting, meski belum jelas seberapa jauh pembahasan mengenai persoalan utama kedua negara.

Trump sebelumnya mengatakan Iran harus memilih antara mencapai kesepakatan dengan AS atau menghadapi kehancuran. Pezeshkian menilai ancaman tersebut bertentangan dengan prinsip dan semangat PBB. Di tengah perang yang telah berlangsung lebih dari enam bulan, kedua pihak kini masih menghadapi jalan panjang untuk mencapai kesepakatan damai.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya