Berita

Konferensi pers RDG BI. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

BI Tak Persoalkan Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya Jadi Koleksi

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026 | 10:37 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) kembali merespon fenomena koleksi uang Rupiah bertanda tangan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang ramai beredar di media sosial.

BI menyebut kebiasaan mengoleksi uang berdasarkan nama pejabat yang tercantum dalam uang Rupiah merupakan bagian dari kegiatan numismatik.

Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali menjelaskan, minat masyarakat terhadap uang Rupiah untuk dikoleksi dapat muncul karena berbagai faktor. Tidak hanya tanda tangan pejabat, tetapi juga tahun emisi, tahun cetak, desain, hingga nomor seri.


"Ini yang disebut dengan numismatik. Numismatik ini adalah bahwa masyarakat itu memiliki minat untuk mengkoleksi.Untuk mengkoleksi uang rupiah, macam-macam koleksinya itu," kata Ricky dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, dikutip Kamis, 24 September 2026.

Menurut Ricky, tanda tangan pejabat yang tercantum pada uang Rupiah juga dapat menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat dalam menentukan uang yang ingin mereka koleksi.

Ia menilai aktivitas tersebut merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian dari minat numismatik di tengah masyarakat.

"Kalau itu memang terjadi di masyarakat. Kami tentunya menghargai hal tersebut," tambahnya.

Meski demikian, Ricky mengingatkan bahwa status dan nilai uang yang dikoleksi tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

Selama uang Rupiah tersebut masih berlaku, nominalnya tetap sesuai dengan angka yang tercantum pada uang tersebut dan tetap dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.

"Sepanjang uang tersebut masih berlaku, nilainya tetap sesuai dengan nominal yang tercantum dan fungsinya tetap sebagai alat pembayaran yang bisa," tandasnya.

Sebelumnya ramai ajakan di media sosial untuk mengoleksi Rupiah bertanda tangan Purbaya, eks Menkeu yang menjabat hanya dalam satu tahun itu, karena diyakini akan menjadi barang langka dan diincar masyarakat.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya