Berita

Menlu Sugiono (Foto: Kemlu RI)

Global

RI Tawarkan Kolaborasi Kota Cerdas untuk Perkuat ASEAN-Pacific Alliance

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026 | 10:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Indonesia mendorong penguatan konektivitas antara ASEAN dan Pacific Alliance melalui kolaborasi kota cerdas. 

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono dalam Pertemuan ke-9 Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN-Pacific Alliance yang digelar di sela-sela High Level Week Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat.

“ASEAN dan Pacific Alliance merepresentasikan dua kawasan yang semakin terhubung, baik melalui pasar, masyarakat, maupun berbagai peluang kerja sama,” tegas Menlu Sugiono.


Menjelang dua dekade kerja sama ASEAN dan negara-negara Amerika Latin yang tergabung dalam Pacific Alliance, Sugiono mengapresiasi komitmen kedua kawasan dalam menjaga keterbukaan ekonomi. 

Menurutnya, penguatan konektivitas menjadi salah satu kunci untuk mempererat hubungan tersebut.

“ASEAN dan Pacific Alliance perlu konektivitas yang lebih kuat. Tidak hanya konektivitas fisik, tetapi juga konektivitas digital dan hubungan antarmasyarakat. Ini bertujuan untuk mewujudkan kemitraan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Menlu.

Indonesia kemudian menawarkan kerja sama kota cerdas sebagai langkah konkret untuk menerjemahkan penguatan konektivitas tersebut. 

Jejaring antara kota-kota besar di ASEAN dengan kota-kota penting di Meksiko, Peru, Cili, dan Kolombia dinilai dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih praktis dalam menghadapi berbagai tantangan perkotaan.

Pertemuan tersebut dipimpin bersama oleh Thailand dan Meksiko, dengan cakupan kerja sama meliputi ekonomi, pendidikan dan kepemudaan, lingkungan hidup, serta pariwisata. 

Pada 2025, ASEAN dan Pacific Alliance juga telah meluncurkan ASEAN-Pacific Alliance Online Learning Initiative on Tourism sebagai salah satu bentuk kerja sama di bidang pariwisata berkelanjutan. 

Meski terpisah secara geografis, kemitraan antara 11 negara ASEAN dan empat negara Pacific Alliance dinilai memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat hubungan antarmasyarakat.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya