Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Emas Dunia Anjlok Tajam Lebih dari 1 Persen Tertekan Isyarat Hawkish The Fed

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026 | 07:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia mengalami penurunan tajam lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Rabu 23 September 2026, atau Kamis pagi WIB. Penurunan ini dipengaruhi oleh penguatan Dolar AS dan sinyal kenaikan suku bunga lanjutan dari para pejabat Federal Reserve.

Emas spot merosot 1,7 persen ke level 4.282,53 Dolar AS per ons, yang merupakan posisi terendah sejak 17 September. Penurunan serupa juga dialami oleh kontrak berjangka emas Amerika Serikat pengiriman Desember yang ditutup melorot 1,3 persen ke posisi 4.318,40 Dolar AS per ons.

Penguatan dolar AS ke level tertingginya dalam dua bulan menjadi pemicu utama koreksi ini, membuat harga logam mulia menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Tekanan tersebut semakin kuat setelah sejumlah pejabat the Fed, termasuk Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee, Presiden Fed Richmond Tom Barkin, dan Presiden Fed Boston Susan Collins, memberikan sinyal hawkish terkait risiko inflasi yang persisten akibat guncangan energi.


Berdasarkan perangkat FedWatch CME Group, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga the Fed mencapai 77 persen pada pertemuan Oktober dan 95 persen pada Desember. 
Situasi ini diperparah oleh lonjakan harga minyak mentah Brent yang kembali menembus 100 Dolar AS per barel di tengah memanasnya konflik AS-Iran, di mana kenaikan energi memicu kekhawatiran pengetatan moneter yang kian membebani aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Pelemahan harga ini turut menyeret logam mulia lainnya ke zona merah. Harga perak spot ambles 3,9 persen menjadi 64,45 Dolar AS per ons, platinum merosot 5 persen ke level 1.741,83 Dolar AS per ons, serta paladium terkoreksi 3,7 persen menjadi 1.259,24 Dolar AS per ons.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya