Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Indonesia Masuk Enam Negara Pilihan PBB untuk Program Mineral Kritis

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026 | 07:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Persaingan industri energi global membuat mineral seperti nikel, tembaga, litium, dan kobalt semakin strategis. Negara-negara yang memiliki sumber daya mineral tersebut kini didorong tidak berhenti pada ekspor bahan mentah, tetapi mampu mengembangkan pengolahan di dalam negeri.

Atas pertimbangan tersebut, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memilih enam negara di Afrika dan Asia untuk mendapat dukungan dalam mengembangkan industri mineral dan meningkatkan nilai tambah komoditasnya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengumumkan program tersebut pada Rabu 23 September 2026. Enam negara yang dipilih yakni Indonesia, Zambia, Guinea, Zimbabwe, Madagaskar, dan Nigeria.


Melalui program ini, badan-badan PBB akan bekerja bersama untuk membantu keenam negara tersebut mengembangkan industri mineral, termasuk membangun rantai nilai di dalam negeri.

Penasihat khusus Guterres untuk aksi iklim, Selwin Hart, mengatakan dukungan tersebut dibutuhkan agar negara-negara kaya mineral tidak kembali berada di posisi terbawah dalam rantai pasok global.

“Kita berisiko mengulangi kesalahan masa lalu, di mana negara-negara ini terjebak di bagian bawah rantai nilai global,” kata Hart, dikutip dari Bloomberg, Kamis 24 September 2026.

Menurut Hart, tanpa pengembangan industri di dalam negeri, negara-negara tersebut berisiko hanya menjadi pemasok bahan mentah. Sementara itu, sebagian besar keuntungan dari kekayaan mineral justru dinikmati negara lain.

Program bernama Critical Energy Transition Minerals Country Support Mechanism tersebut merupakan bagian dari upaya PBB mendorong pengolahan mineral kritis. Kebutuhan terhadap komoditas seperti tembaga, kobalt, litium, dan nikel terus meningkat seiring dengan ekspansi energi terbarukan dan kendaraan listrik.

Indonesia menjadi salah satu negara yang dipilih karena merupakan produsen nikel terbesar di dunia. Zambia tercatat sebagai produsen tembaga terbesar kedua di Afrika, sedangkan Zimbabwe merupakan pemasok utama litium di benua tersebut.

Adapun Guinea merupakan produsen bauksit terbesar. Madagaskar memiliki cadangan kobalt, grafit, dan nikel, sementara sebagian besar cadangan mineral Nigeria masih belum dieksploitasi.

Dukungan PBB nantinya mencakup pemberian saran kebijakan, keahlian hukum dan regulasi, penguatan perlindungan lingkungan serta sosial, hingga pengembangan rantai nilai mineral.

“Sistem ini juga dapat memberikan bantuan dalam rantai nilai,” ujar Hart.

Program tersebut akan dipimpin Program Pembangunan PBB (UNDP) bersama Kantor Koordinasi Pembangunan PBB. Keenam negara dipilih dari 15 kandidat berdasarkan sejumlah pertimbangan, antara lain permintaan pemerintah, komitmen politik, potensi mineral, dan dampak pembangunan.

Sementara itu, negara lain seperti Republik Demokratik Kongo tetap akan memperoleh dukungan melalui program PBB yang telah berjalan.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya